Toa Masjid Pakai Diatur-atur Bikin Tepok Jidat, Gus Umar: Yassalam Pak Menag...

Toa Masjid Pakai Diatur-atur Bikin Tepok Jidat, Gus Umar: Yassalam Pak Menag... Kredit Foto: Dok. Kemenag

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan (Gus Umar) menyoroti aturan baru soal penggunaan pengeras suara di Masjid dan Musalah.

Gus Umar melihat judul pemberitaan di mana penggunaan toa Masjid memiliki jadwal hingga pemasangannya.

Baca Juga: Menag Kena Sentil: Gus Menteri, Azan Atau Sholawat Tak Perlu Diatur Pemerintah!

Ini membuatnya heran dengan aturan baru yang dikeluarkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

"Sejak Indonesia merdeka baru kali ini toa masjid diatur penggunaannya oleh menag. Yassalam pak menag," tulis dia dari Twitter @UmarHasibuan777 yang dikutip populis.id pada Selasa (22/2/2022).

Sebagaimana diketahui, Menag menerbitkan edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.

Baca Juga: Terbitkan Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Menag: Harus Bagus, Tidak Sumbang

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

Menurutnya, penggunaan pengeras suara di masjid dan musala merupakan kebutuhan bagi umat Islam sebagai salah satu media syiar Islam di tengah masyarakat.

Baca Juga: Pertunjukan Wayang Digelar Gus Miftah, Upss... Ada Wayang Ustaz Khalid Basalamah Dipertontonkan

Pada saat yang bersamaan, masyarakat Indonesia juga beragam, baik agama, keyakinan, latar belakang, dan lainnya. Sehingga, diperlukan upaya untuk merawat persaudaraan dan harmoni sosial.

“Pedoman diterbitkan sebagai upaya meningkatkan ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga masyarakat,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Senin (21/2/2022). 

Baca Juga: Ada-ada Saja Sih Ustaz Khalid... Gegara Sentilan Soal Wayang Jadi Merembet Kan, Gus Miftah: Tanpa Budaya, Islam Jadi Kaku!

Menag menjelaskan, surat edaran yang terbit 18 Februari 2022 ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, Kepala Kantor Urusan Agama kecamatan, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ketua Dewan Masjid Indonesia, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam, dan Takmir/Pengurus Masjid dan Musala di seluruh Indonesia.

Sebagai tembusan, edaran ini juga ditujukan kepada seluruh Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia.

“Pedoman ini agar menjadi pedoman dalam penggunaan pengeras suara di masjid dan musala bagi pengelola (takmir) masjid dan musala dan pihak terkait lainnya,” tegas Menag.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover