Dituding Pelintir Omongan Menag, Roy Suryo Akui Yaqut Nggak Nyebut Azan dalam Video yang Dijadikan Barbuk

Dituding Pelintir Omongan Menag, Roy Suryo Akui Yaqut Nggak Nyebut Azan dalam Video yang Dijadikan Barbuk Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo terancam dipolisikan oleh sejumlah pihak setelah dirinya melaporkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke Polda Metro Jaya. Dia melaporkan Yaqut karena menganggap Menag membandingkan suara azan dan suara anjing.

Setelah laporannya ditolak, Roy Suryo dituding telah mengedit video omongan Menag Yaqut yang ia bawa bawa sebagai barang bukti saat melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya sebab dalam pernyataannya Menag Yaqut sama sekali tidak menyebut azan.

 Terkait itu, eks Politisi Partai Demokarat ini mengakuinya, dia mengatakan Yaqut memang tidak menyebut azan secara gamblang dalam video yang ia bawa, tetapi sejumlah kalimatnya merujuk pada azan. Roy mengatakan, pihak yang ingin memperkarakannya hanya mencari celah untuk menyeretnya ke kantor polisi.

"Memang tidak ada Menag menyebut azan, tapi ada disebut '5 kali dalam sehari'. Ini kalau bukan azan apalagi? Artinya semua mencari celah," katanya dalam diskusi "Menag, Yaqut dan Gongongan Anjing" pada Jumat (25/02/2022).

"Kemudian ada yang mencari celah Menag ada kata 'misal', yang artinya itu terputus. Enggak seperti itu, itu di kalimat yang sama kok," sambung pria yang juga pakar Telematika ini.

Saat melaporkan Yaqut, ia menegaskan bahwa proses hukum untuk menghindari eskalasi. Ia juga membantah jika ada persoalan pribadi antara dirinya dengan Menag.

Laporan itu, kata dia, murni karena kecaman-kecaman bertebaran di mana-mana. Namun, ia tetap mengimbau kepada pihak kontra Yaqut untuk tetap hati-hati.

"Jangan sampai terjadi seperti kasus wayang. Di mana dalang inginnya mengkritik statement sebelumnya, namun malah menjatuhkan wibawa sendiri," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Roy Suryo mencoba untuk melaporkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke Polda Metro Jaya namun gagal. Ia ditolak lantaran lokasi terjadinya dugaan tindak pidana berada di luar yurisdiksi Polda Metro Jaya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover