BNPT Sebarkan Ciri-ciri Penceramah Radikal, Eh MUI Ngomong Begini...

BNPT Sebarkan Ciri-ciri Penceramah Radikal, Eh MUI Ngomong Begini... Kredit Foto: Istimewa

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis merespons penjelasan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigadir Jenderal Ahmad Nurwakhid terkait 5 ciri-ciri penceramah radikal.

Kiai Cholil mengatakan masyarakat tentu tidak suka dengan penceramah yang membangkang terhadap negara dan Pancasila.

"Kita (MUI) tak suka penceramah yang membangkang negara dan anti-pancasila," kata Kiai Cholil Nafis melalui akunnya di Twitter @cholilnafis yang dikutip Senin (7/3/2022).

Dia menyebutkan hal itu sudah pasti melanggar hukum Islam dan hukum negara yang berlaku.

"Itu pasti melanggar hukum Islam dan hukum nasional kita, tetapi jangan sampai yang amar ma’ruf dan nahi munkar karena mengkritik pemerintah lalu disebut radikal," lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigadir Jenderal Ahmad Nurwakhid menjelaskan 5 ciri penceramah radikal.

Hal ini disampaikan Ahmad Nurwakhid dalam siaran pers BNPT pada Sabtu (5/3/2022).

Baca Juga: Heboh, Ribut Soal Orang Salat 2 Kali Rukuk, Mahfud MD Bilang: Dalam Islam Memang Ada Kok..

Pertama, mengajarkan ajaran yang anti-Pancasila dan proidieologi khilafah transnasional.

Kedua, mengajarkan paham takfiri yang mengafirkan pihak lain yang berbeda paham maupun berbeda agama. 

Ketiga, menanamkan sikap anti-pemimpin atau pemerintahan yang sah, dengan sikap membenci dan membangun ketidak percayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintahan maupun negara melalui propaganda fitnah, adu domba, hate speech, dan sebaran hoaks.

Keempat, memiliki sikap eksklusif terhadap lingkungan maupun perubahan serta intoleransi terhadap perbedaan maupun keragaman (pluralitas).

Baca Juga: Polemik Penceramah Radikal, Ketua MUI Pusat Cholil Nafis: Karena Mengkritik Pemerintah Lalu Disebut Radikal

Kelima, biasanya memiliki pandangan anti-budaya ataupun anti-kearifaan lokal keagamaan. 

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan JPNN.com.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover