Telak! Ciri Penceramah Radikal Versi BNPT Ditelanjingi Habis-habisan, Al Chaidar: Rizieq Shihab dan Abdul Somad Itu Sangat Pancasilais!

Telak! Ciri Penceramah Radikal Versi BNPT Ditelanjingi Habis-habisan, Al Chaidar: Rizieq Shihab dan Abdul Somad Itu Sangat Pancasilais! Kredit Foto: Rivan Awal Lingga

Pengamat Terorisme Al Chaidar membantah ciri-ciri penceramah radikal yang dipaparkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ia mengatakan bahwa ciri-ciri tersebut tidak bisa dijadikan rujukan.

Dalam rilis BNPT, Al Chaidar menyatakan sikap lembaga ini dalam mengelompokkan penceramah radikal jelas inkonsisten, sebab dalam satu poinnya BNPT menyebut ciri penceramah radikal adalah anti pancasila, tetapi sejumlah nama penceramah yang masuk daftar ustadz radikal yang bocor ke publik justru sangat mencintai dasar negara ini.

Baca Juga: Abdul Somad dan Felix Siauw Masuk Daftar Penceramah Radikal, Pengamat Terorisme Ngegas, Omongannya Bikin Bergidik!

"Lima ciri penceramah radikal itu tidak bisa dijadikan rujukan karena terdapat banyak hal yang tidak konsisten di dalamnya. Tidak konsisten seperti menyebut para penceramah radikal itu anti Pancasila, padahal Habib Rizieq Shihab dan Ustadz Abdus Somad sangat Pancasilais," katanya saat dikonfirmasi Populis.id pada Selasa (08/03/2022).

Selain anti pancasila, ciri penceramah radikal versi BNPT adalah mengajarkan paham takfiri yang mengkafirkan pihak lain berbeda paham. menanamkan sikap anti pemerintah yang sah.

 memiliki sikap eksklusif terhadap lingkungan serta memiliki pandangan antibudaya ataupun antikearifan lokal. 

Al Chaidar melanjutkan sikap inkonsisten BNPT juga terlihat ketika menyebutkan tentang konsensus nasional yang sudah final, padahal banyak konsensus yang diingkari oleh pemerintah sendiri. Seperti Piagam Jakarta dan juga konsensus 2 periode yang sudah ada di UUD 45.

Ia juga menilai, ciri tersebut, ada yang bisa ditafsirkan keliru oleh masyarakat yaitu soal ideologi Khilafah. Chaidar menjelaskan, khilafah bukanlah ideologi namun citra sejarah.

Baca Juga: Temannya Kegep Salah Gerakan Sholat, Murid Tertua Rizieq Shihab Ngeles, Malah Salahkan Menag Yaqut

"Citra sejarah ini diyakini oleh berbagai macam organisasi dan gerakan keagamaan Islam di masa lalu dan masa sekarang. Bahkan NU dulu memiliki bahasan yang mendalam tentang Khilafah," terangnya.

"Hanya saja sekarang banyak ormas yang salah dalam memahami makna khilafah seperti HTI, khilafatul muslimin, dan JAD," pungkasnya.

Lebih lanjut Al Chaidar mengatakan para penceramah yang masuk kategori ustadz radikal itu adalah pemuka agama yang selama ini dikenal kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah.

Mereka adalah pemuka agama yang kritis. Al Chaidar menolak mereka disebut radikal, sebab mengkritik pemerintah bukan berarti benci negara.

Baca Juga: Nah Loh! Kalau Gelar Akademiknya Terbukti Bodong, Fikri Bareno Terancam 5 Tahun Penjara

"Itu banyak nama-nama yang merupakan penceramah yang kritis kepada pemerintah, bukan benci kepada negara. Bukan radikal. Jadi yang kritis jangan dianggap radikal karena itu tidak tepat," tuntasnya. 



Terkait

Terpopuler

Terkini