Pengamanan G20 Tahun 2022, Menko Polhukam: Harus Ramah Namun Tegas

Pengamanan G20 Tahun 2022, Menko Polhukam: Harus Ramah Namun Tegas Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Indonesia akan memulai Presidensi G20 sejak tanggal 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap pihaknya telah menyiapkan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan pelaksanaan G20 Tahun 2022 tersebut.

“TNI dan Polri sudah kami siapkan untuk mengamankan pelaksanaan Presidensi G20 tahun 2022, serta sudah bertekad untuk tidak memberikan toleransi atas munculnya ancaman dalam bentuk apapun yang dapat merusak citra dan kehormatan bangsa Indonesia,” ujar Mahfud dilansir dari Setkab.go.id yang dikutip pada Selasa (15/9/2021).

Hal ini disampaikan Mahfud MD dalam Keterangan Pers Bersama mengenai Presidensi Indonesia di G20 Tahun 2022, Selasa (14/09/2021) malam, secara virtual.

Menko Polhukam menegaskan, pihaknya menyiapkan prosedur keamanan kegiatan dan delegasi G20 dari seluruh rangkaian, termasuk pertemuan konferensi tingkat tinggi, pertemuan tingkat menteri dan gubernur bank sentral, pertemuan tingkat sherpa, pertemuan tingkat deputi, pertemuan tingkat working group, dan pertemuan tingkat engagement group.

Baca Juga: Pertama Kalinya Indonesia Akan Memegang Presidensi G20, Menlu Retno: Ini Tanggung Jawab Besar!

“Prosedur keamanan akan merujuk SOP dan penegasan Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN karena menyangkut keamanan para kepala negara, menyangkut martabat negara, akan kita lakukan dengan serius dan penuh kewaspadaan. Di lapangan, pengamanan akan kita lakukan dengan tegas namun tetap ramah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mahfud menyampaikan pihaknya juga terus melakukan persiapan logistik dan infrastruktur terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut, mulai dari penyiapan standar layanan acara, protokol, konsuler, akomodasi, logistik, transportasi, hingga venue bagi rangkaian acara presidensi.

Terkait bidang Komunikasi dan Media, juga telah dilakukan persiapan yang mencakup penyiapan komunikasi dengan media, pemilihan tema besar untuk Presidensi Indonesia, serta persiapan sistem aplikasi untuk track and trace dalam upaya untuk mengontrol penyebaran COVID-19.

“Selain itu juga, kami telah menyiapkan serangkaian strategi dan kegiatan komunikasi agar publik memahami makna peran dan manfaat yang diperoleh Indonesia selama presidensi dan KTT G20, serta meraih simpati dan dukungan internasional,” katanya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terkini

Populis Discover