Aneh! Tokoh Besar Soeharto Diinjak-injak, Jokowi Dinaikkan Setinggi Langit

Aneh! Tokoh Besar Soeharto Diinjak-injak, Jokowi Dinaikkan Setinggi Langit Kredit Foto: Twitter/Presiden Jokowi

Kecaman terhadap naskah akademik Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara hingga kini belum juga mereda.

Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera atau HMS Center Hardjuno Wiwoho menyayangkan naskah akademik Keppres Nomor 2 Tahun 2022 sangat kental dengan nuansa memutarbalikkan sejarah. Hal ini sangat mencederai martabat sejarawan nasional.

“Jujur, saya hanya mengelus dada kalau intelektual, sejarawan dipakai untuk kepentingan politis begini. Rusak negara kita kalau intelektual kampus, sejarawan, main-main politik. Hancur negara ini,” kata Hardjuno dalam siaran pers yang dikutip pada Kamis (10/3/2022).

Baca Juga: Hukuman Edhy Prabowo Disunat, Gus Umar Nyentil: Kerja Baik Kok Korupsi!

Seperti diketahui, Keppres Nomor 2 tahun 2022, yang memuat tentang Serangan Umum 1 Maret 1949 diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta pada 24 Februari 2022 itu.

Namun, Keppres tersebut menuai polemik karena tidak menyebut nama Soeharto sebagai tokoh sentral di dalam Serangan Umum 1 Maret 1949.

Padahal, Soeharto yang kala itu berpangkat Letkol memiliki peran yang sangat besar saat peristiwa tersebut.

Hardjuno menilai naskah akademik dari Kepres tersebut sebagai produk murahan yang jauh dari nuansa intelektual.

Baca Juga: Miftachul Akhyar Mundur dari Ketum MUI, Cholil Nafis: Bagus...

Bahkan, kata dia, Keppres ini sangat kental dengan nuansa menjilat pemerintahan Jokowi.

Pada sisi lain, Keppres ini justru jahat sekali pada mantan presiden Jenderal Besar Soeharto.

Padahal, peran Soeharto dalam sejarah perjalanan bangsa ini sangat besar sekali. Bahkan di tangan Soeharto, Indonesia terbebaskan dari ancaman perang saudara dan juga kesusahan ekonomi.

Namun, menurut Hardjuno, anehnya tidak satu pun jasa Presiden Soeharto yang dibanggakan dan justru yang dikampanyekan seolah-olah penuh kejahatan.

"Ini kan kebangetan. Ingat, Indonesia seperti sekarang ini juga karena jasa dan hasil keringat Pak Harto. Jangan lupakan itu,” tegas Hardjuno.

Baca Juga: Dapat Sel Bekas Almarhum Ustaz Maaher, Yahya Waloni Bikin Merinding... Dengar Suara Seperti Digorok! Auto Minta Pindah Ke Sel M Kace

Berbeda dengan Soeharto, Jokowi yang memiliki banyak sekali kritik di masa pemerintahannya selalu dipuja.

“Seolah-olah di zaman pemerintahan Jokowi semuanya berisi kebaikan. Dan, bahkan ditulis sanggup membawa bangsa ini keluar dari neo-imperialisme,” ujar Hardjuno.

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan JPNN.com.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover