Transisi dari Pandemi ke Endemi, Apa yang Perlu Disiapkan?

Transisi dari Pandemi ke Endemi, Apa yang Perlu Disiapkan? Kredit Foto: FB Anggoro

Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban tak masalah jika transisi dari pandemi ke endemi direncanakan pemerintah.

Di mana, artinya masyarakat harus menyesuaikan diri dengan pola pikir baru yakni hidup dengan Covid-19. 

"Pertanyaan besarnya, apakah terlalu dini untuk transisi atau apa-apa saja yang diperlukan untuk sampai ke sana (endemi)?" kata dia dari Twitter @ProfesorZubairi yang dikutip pada Rabu (15/9/2021).

Menurutnya, mengakhiri pandemi bukan berarti virus corona akan hilang dan tidak ada kasus baru. 

"Banyak faktor yang membuat pandemi bergeser menjadi endemi. Seperti jumlah penularan, kasus, dan kematian beserta polanya. Juga soal durasi perlindungan dari vaksinasi dan infeksi alami," ujarnya.

Baca Juga: Apakah Ada Kolerasi Kepadatan Penduduk dan Penyebaran Covid-19? Ini Penjelasannya!

Zubairi menjelaskan bahwa faktor-faktor ini kan beda di tiap daerah Indonesia. Apalagi masih ada ketimpangan faskes dan serapan vaksinasi yang bervariasi serta ketersediaannya. 

"Kita harus mempersiapkan juga kapasitas layanan kesehatan untuk mengelola lonjakan kasus di masa depan. Mitigasi ini harus ada," tuturnya.

Ia berpendapat situasi indonesia yang kian membaik ini adalah momentum yang pas untuk mempersiapkan transisi. 

"Ya syaratnya harus ada koordinasi yang solid semua pihak dan tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Kalau longgarnya kebablasan, bisa-bisa malah menjadi hiperendemi, alih-alih menuju endemi," katanya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan memulai proses transisi dari pandemi ke endemi. Sebab, kata Jokowi, COVID-19 tidak akan hilang dalam waktu dekat, maka dari itu masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan virus tersebut.

Baca Juga: Normal Gak Sih Sakit Kepala Hingga Muncul Bintik-bintik Lebih Dari Tiga Hari Pascavaksin? Ini Penjelasannya!

“Kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi dan juga mulai belajar hidup bersama dengan COVID-19,” ujar Presiden usai meninjau kegiatan vaksinasi COVID-19 di SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri 1 Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (10/09/2021).

Namun Presiden tetap mengingatkan agar masyarakat tidak euforia berlebihan dan abai akan protokol kesehatan utamanya memakai masker.

“Ini penting saya sampaikan agar kita tidak euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan, karena kita semuanya, masyarakat harus sadar bahwa COVID-19 selalu megintip kita sehingga protokol kesehatan harus terus dilakukan terutama memakai masker,” jelasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini