Gagal Dalam TWK, Novel Baswedan Dipecat Dengan Hormat Oleh KPK Per 30 September

Gagal Dalam TWK, Novel Baswedan Dipecat Dengan Hormat Oleh KPK Per 30 September Kredit Foto: Dhemas Reviyanto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memberhentikan dengan hormat Novel Baswedan dan 56 pegawai lainnya yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pada tanggal 30 September 2021.

"6 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara, tapi tidak mengikuti maka tak bisa diangkat menjadi ASN," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Jumlah pegawai yang diberhentikan dengan hormat sebanyak 56 orang karena satu orang telah memasuki masa purnabakti sejak Mei 2021.

Hal tersebut berdasarkan keputusan rapat koordinasi (rakor) yang dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta lima Pimpinan KPK.

Baca Juga: Novel Baswedan Cs Diminta Minggat dari KPK, Mending Bikin Cv Lamar Kerjaan Baru

Baca Juga: Novel Sebut Putusan MK Bukan untuk Membenarkan Pelanggaran Hukum dalam TWK

Selain itu, kata Alex, berdasarkan keputusan rakor tersebut, KPK akan mengangkat dan melantik 18 orang pegawai KPK yang telah mengikuti dan lulus diklat bela negara dan wawasan kebangsaan.

"Memberi kesempatan kepada tiga orang pegawai KPK yang baru menyelesaikan tugas dari luar negeri untuk mengikuti asesmen TWK yang akan dimulai pada 20 September 2021," ujarnya.

Sebelumnya, KPK bekerja sama dengan BKN melaksanakan TWK pada 18 Maret sampai dengan 9 April 2021 kepada sejumlah 1.351 pegawai.

Adapun hasilnya, yakni pegawai yang memenuhi syarat sebanyak 1.274 orang, pegawai yang tidak memenuhi syarat sebanyak 75 orang, salah satunya Novel Baswedan.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Terpopuler

Terkini