Pendeta Saifuddin Ibrahim Minta Menag Yaqut Hapus 300 Ayat Alquran, MUI Angkat Bicara!

Pendeta Saifuddin Ibrahim Minta Menag Yaqut Hapus 300 Ayat Alquran, MUI Angkat Bicara! Kredit Foto: Yohanes A Kopong Corebima

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah ini KH Muhammad Cholil Nafis geram dengan pernyataan kontroversial pendeta Saifuddin Ibrahim yang meminta  Menteri  Agama Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Alquran karena berbagai alasan. 

Menurut Cholil Nafis, pernyataan Saifuddin Ibrahim jelas ngawur, serta sangat berbahaya dan mengancam toleransi umat beragama di Indonesia. Dia lantas mengatakan, Saifuddin Ibrahim perlu dibawa ke dokter jiwa untuk diperiksa kesehatannya.

Baca Juga: Pendeta Saifuddin Ibrahim Desak Menag Yaqut Hapus 300 Ayat Alquran, Nah Kan Ketahuan Siapa yang Radikal

"Perlu diperiksa Zahir Batinnya, baik oleh dokter jiwa dan aparat penegak hukum agar toleransi terus terjaga di Indonesia," kata Cholil dikutip dalam akun Twitternya Selasa (15/3/2022).

Terpisah, aktivis dakwah, Hilmi Firdausi juga geram atas pernyataan Saifuddin Ibrahim. Hilmi menegaskan, pernyataan Saifuddin Ibrahim jelas hanya ingin merusak kerukunan hidup umat beragama di Indonesia.    

“Terlihat siapa yang sebenarnya radikal dan ingin merusak tatanan hidup beragama di negeri ini,” kata Hilmi Firdausi di akun twitternya. 

Baca Juga: Menag Yaqut Cs Utak Atik Logo Halal, Felix Siauw Nyinyir, Bilang Pemerintah Nggak Ngerti Islam, Felix Oh Felix!

Sebagaimana diketahui,  pernyataan Saifuddin Ibrahim sebelumnya viral di berbagai media sosial pada Senin (14/3/2022). Pernyataan itu oleh sebagian orang dianggap sangat sensitif lantaran dia meminta  Menang Yaqut menghapus 300 ayat Alquran yang dianggap berbahaya. 

Dia bahkan mengatakan penghapusan ayat dalam kitab suci itu juga sudah diterapkan di beberapa negara termasuk China. Imbasnya kata dia, kelompok radikal sejauh ini tidak pernah lahir di China.  Saifuddin Ibrahim meminta Menag Yaqut untuk tidak takut melakukan hal ini. 

"Kalau perlu pak Menag, 300 ayat yang menjadi pemicu hidup intoleran, radikal, dan membenci orang lain karena beda agama itu diskip atau direvisi atau dihapuskan dari Al-Quran Indonesia. Ini sangat berbahaya sekali," kata Ibrahim dikutip dari YouTube pribadinya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover