Tujuan Letjen Dudung Minta TNI Tak Fanatik Agama Dibongkar Habis-habisan, Ternyata oh Ternyata Ada Kaitannya Dengan Orang Istana

Tujuan Letjen  Dudung  Minta TNI Tak Fanatik Agama Dibongkar Habis-habisan, Ternyata oh Ternyata Ada Kaitannya Dengan Orang Istana Kredit Foto: Dhemas Reviyanto

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun ikut menyoroti pernyataan Panglima Kostrad (Pangkostrad), Letjen TNI Dudung Abdurachman soal fanatisme berlebihan terhadap agama.

Menurut Refly Harun, pernyataan yang disampaikan Dudung adalah cara dirinya mendekatkan diri dengan pemerintah saat ini dan orang-orangdi lingkaran istana, dimana isu fanatisme terhadap agama menjadi perhatian untuk pemerintah, Refly menilai Dudung sangat cerdas memainkan psikologis pemerintah dengan mengeluarkan pernyataan tersebut.

Baca Juga: Letjen Dudung Minta Prajurit TNI Tidak Fanatik Agama, Menag Yaqut Langsung Beri Respon

“Jadi kalau mau dekat dengan pemerintah maka anda bisa memilih statement mana yang mau didengarkan pemerintah saat ini. Dudung tahu betul pernyataan mana yang mau didengar pemerintah saat ini. Jadi dia mengatakan semua agama sama maka itulah yang ingin didengarkan lingkar istana, BPIP. Dudung tahu betul memainkan psikologis itu,” terang Refly dikutip dari kanal Youtube @Refly Harun, Kamis (16/9/2021).

Refly menjelaskan, pernyataan Dudung sesuai konteks politik yang berkelindan dengan posisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sebagian kelompok Islam yang tidak masuk dalam struktural pemerintahan. Misalnya, PA 212, FPI, GNPF Ulama atau kelompok lainnya.

Kelompok-kelompok yang mengambil jarak dengan pemerintahan ini dianggap fanatik, tidak pro NKRI, tidak Pancasilais dan radikal.

“Jadi ada yang diakomodir ada yang dimusuhi bahkan jadi objek sasaran dihina, dicaci bahkan dipenjara seperti Habib Rizieq. Maka yang terjadi adalah tidak ada persatuan. Pemerintah jadi faktor membelah umat Islam,” terang Refly.

Alhasil, pernyataan yang dikeluarkan Dudung dekat dengan narasi yang dibangun oleh istana. Indikasi kedekatan Dudung dan istana dapat dilihat dari beberapa peristiwa yang menghebohkan tanah air. Misalnya, penurunan baliho Rizieq Shihab hingga hadir dalam rilis kasus pembunuhan 6 laskar FPI.

Baca Juga: Letjen Dudung Bilang Semua Agama Benar, Lihat Deh Reaksi MUI

“Jadi ini soal jenderal yang loyal dan dicap jenderal merah putih, yang tidak fanatik dan pro Pancasila. Dengan politik itu ganjarannya sudah dapat (Dudung naik pangkat jadi Pangkostrad). Padahal dalam masa seperti itu tidak ada prestasi lain selain turunkan baliho, menantang perang FPI dan Rizieq Shihab,” sebut Refly.

“Jadi kalau mau dekat dengan pemerintah maka anda bisa memilih statement mana yang mau didengarkan pemerintah saat ini,” demikian Refly.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini