Emosi Ditanya Soal Spanduk Capres 2026 Luhut Tak Mau Buka Big Data

Emosi Ditanya Soal Spanduk Capres 2026 Luhut Tak Mau Buka Big Data Kredit Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Seteleh usul penundaan Pemilu 2024 rame diprotes, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dikerjain urusan spanduk berisi dukungan nyapres. Ditanya soal itu, Luhut emosi. Tapi, soal big data yang dipakai jadi alasan buat menunda pemilu dan rame dikritik, Luhut masih belum mau membuka.

Selain Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Luhut juga panen kritik soal penundaan pemilu. Apalagi, soal penundaan pemilu itu, Luhut sampai membawa bawa big data yang diklaimnya berisi 110 juta orang yang setuju pemilu ditunda.

Belum kelar polemik penundaan pemilu dan big data ini, tiba-tiba bertebaran sejumlah spanduk capres. Spanduk tersebut dipasang di beberapa ruas jalan di Jakarta. Diantaranya terpasang wilayah di Jakarta Timur, tepatnya di JPO Jalan Pemuda, Rawamangun dan di JPO Jalan Matraman Raya.

Baca Juga: Jokowi Digas Ketua MUI Gegara Ritual Kendi: Itu Bertentangan dengan Akidah Tauhid Kita!

Desain spanduk tersebut simpel saja. Sebelah kiri dipasang foto Luhut yang mengenakan stelan jas lengkap dengan peci hitam. Kemudian di sampingnya tertulis “Dukung Luhut Binsar Panjaitan Sebagai Calon Presiden 2026.” Spanduk berwarna dominan coklat ini dipasang oleh kelompok yang mengatasnamakan “ALiansi Pendukung Luhut (APL)”.

Namun, umur spanduk itu tidak berlangsung lama. Sejak kemarin sore, Satpol PP DKI Jakarta sudah mencopot spanduk-spanduk tersebut. Alasannya, spanduk itu dipasang tanpa memberi izin.

Saat dikonfirmasi soal spanduk itu, Luhut emosi. Pensiunan tentara berpangkat jenderal bintang empat ini mengaku tidak tahu menahu soal urusan spanduk. Dia menuding, orang yang memasang spanduk sudah tak waras.

“Sakit jiwa itu,” kata Luhut, di Hotel Grand Hyatt Jakarta, kemarin.

Lalu bagaimana soal big data penundaan pemilu yang diragukan sejumlah pihak? Ditanya soal ini, emosi Luhut mulai turun. Ia memastikan big data tersebut benar adanya. “Ya pasti ada, lah. Masa bohong?” ujarnya.

Namun, saat diminta membuka lebih detail soal big data tersebut, Luhut bilang begini, “Ya, janganlah, buat apa dibuka.” Kemudian Luhut pergi meninggalkan wartawan.

Di dunia maya, warganet yang lagi jengkel dengan isu penundaan pemilu yang tidak kelar-kelar, langsung kaget dengan munculnya spanduk Luhut Capres 2026. Sejumlah warganet menuding, penundaan pemilu ada kaitannya dengan Luhut ingin nyapres.

Baca Juga: Omongan Dukun Ini Bikin Bergidik! Tujuan Jokowi Gelar Ritual Kendi di IKN Dibongkar Habis-habisan!

“2026?? Jadi penundaan pilpres akan terlaksana???,” tanya @Gustiilm. “Eh gimana? Kok jadi 2026. Udah confirm mundur kayaknya,” timpal @muhammad_ahasib.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Rakyat Merdeka.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover