Sontak saja kemunculan baliho Luhut tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Sebagian besar dari mereka menganggap dengan beredarnya baliho itu menandakan pemerintah disinyalir akan melakukan penundaan pemilu yang pelaksanaannya tinggal dua tahun lagi.
Padahal penundaan pemilu 2024 suatu bentuk pelanggaran konstitusi dan berbagai kalangan seperti politisi, pengamat, akademisi hingga masyarakat biasa banyak yang mengecam hal tersebut.
"Pantes dia pengen ada perpanjangan masa jabatan Presiden. Ternyata dia lagi nyiapin diri jadi capres," kata akun @arikarbe**.
"Udah tau kan arahnya kemana," tutur akun @syukasyuka**.
"Melawan bangsa sendiri, untuk keuntungan pribadi dan kelompok. Ngeri," ucap akun @syahriel**.
"Curiga 110 juta suara yang dia pegang itu bisa aja buat dijadiin penambahan suara pemilu nanti," sahut akun @gunawan_guna**.
"Bola panas mulai diberikan oleh oknum-oknum pejabat untuk mengadu domba rakyat soal penundaan pemilu," sambung akun @didik_47**.
"Gak bakal aku pilih dia (Luhut)," tegas akun @rrc75wekaweka**.
Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.