Ternyata Logo Halal Baru dari Kemenag Ada Dua Warna, Sujiwo Tejo: Ungu adalah Keimanan Sedangkan...

Ternyata Logo Halal Baru dari Kemenag Ada Dua Warna, Sujiwo Tejo: Ungu adalah Keimanan Sedangkan... Kredit Foto: Kemenag.go.id

Budayawan Sujiwo Tejo ikut mengomentari soal polemik logo halal baru yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag). Sebagai dalang, Tejo mengaku awalnya tidak tahu jika logo tersebut merujuk kepada gunungan wayang.

"Justru aku tahu setelah dikasih tahu orang banyak kalau itu merujuk kepada gunungan wayang," kata Tejo saat menjadi nara sumber dalam acara Catatan Demokrasi di TV One, Selasa (15/3/2022).

Karena itulah, Tejo tidak setuju jika ada yang mengatakan logo halal baru terlalu Jawasentris. "Aku enggak setuju. Karena aku sebagai dalang saja enggak tahu bahwa itu gunungan, baru tahu setelah Maria (presenter TV One) ngomong," ujar Tejo.

Artinya, kata dia melanjutkan, jika itu gunungan itu bukan ditujukan untuk masyarakat Jawa saja. Wayang Sunda, Wayang Cirebon, Wayang Bali menurut Tejo juga menggunakan gunungan. "Wayang Sasak di Lombok itu pakai gunungan wayang si gale-gale. Kubah masjid saja itu gunungan."

Menurut Tejo pun logo halal baru itu sudah mewakili Nusantara, meski sejumlah pihak berpendapat berbeda. Tejo mengaku sudah bertanya kepada sejumlah ahli kaligrafi untuk mencari tahu logo halal baru Kemenag.

"Saya nanya ke temen-temen kaligrafi juga, kufi modern istilah mereka, saya nggak ngerti. Logo ini juga sudah memenuhi kaidah-kaidah kaligrafi. Jadi ada (huruf) Alif, Alif Lam Mim, dan lain sebagainya," ucap Tejo.

Baca Juga: Telak! Ustaz Yusuf Mansur Balas Omongan Pendeta Saifuddin yang Minta Menag Yaqut Hapus 300 Ayat Al Quran

Ditambah lagi ada tulisan Halal di bawah tulisan kaligrafi. "Aku baru tahu ini logo halal karena di bawahnya ada tulisan Halal. Aku langsung tahu ini kaligrafi ini. Menurut saya ini kearab-araban gitu, tapi menurut banyak orang ini kejawa-jawaan. Jadi ya inilah Nusantara."

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini