Kekayaan Jokowi dan Pembantunya Meroket, Jangan Dipukul Rata, Belum Tentu Mereka Tidak Bermoral

Kekayaan Jokowi dan Pembantunya Meroket, Jangan Dipukul Rata, Belum Tentu Mereka Tidak Bermoral Kredit Foto: Kementan

Pengamat Politik Zaki Mubarak turut menyoroti informasi kenaikan harta kekayaan para pejabat. Dimana kenaikan harta kekayaan presiden Joko Widodo dan sejumlah menterinya itu dianggap janggal oleh sejumlah pihak lantaran pereokonomian Indonesia sedang carut marut karena pandemi Covid-19.

Baca Juga: Cita-cita Mulia Mas Anies: Formula E Nggak Bebani APBD, Tapi Kok Sponsor Nggak Ada yang Nyantol Tuh

Zaki Mubarak menyebut, perhatian publik tengah tertuju kepada informasi tersebut. Terlebih, publik meresponsnya dengan negatif.

"Karena di tengah situasi pandemi covid-19 dan kesulitan ekonomi, bertambahnya kekayaan pejabat yang jumlahnya tinggi itu," jelas Zaki Mubarak kepada GenPI.co, Kamis (16/9/2021).

Zaki Mubarak menuturkan, banyak membandingkan kesejahteraan rakyat yang pada umumnya menurun karena kegiatan ekonomi mereka terhenti.

Bahkan, dirinya menyoroti banyak dari rakyat yang usahanya terpaksa gulung tikar, terkena PHK, terjerat utang, dan masalah ekonomi lainnya.

"Namun, kita tidak bisa "gebyah-uyah atau pukul rata dengan menganggap para pejabat yang hartanya naik tajam itu tidak bermoral," jelasnya.

Baca Juga: Mas Anies Jago Banget Ngeles, PDIP Harap Formula E Digugat ke Arbitrase Internasional: Kalau di Pengadilan Mana Bisa Berkelit Dia

Sebab, beberapa dari pejabat memiliki bisnis lain.

"Kecuali, jika kekayaan itu hasil dari korupsi atau praktik-praktik haram yang lain," ujar Zaki Mubarak.

Baca Juga: Mas Gibran Sudah Puji-Puji Mas Anies, Sekarang Mas Anies Dong Akui Kesuksesan Jokowi, Berani Gak?

Namun, akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu menyarankan kenaikan harta para pejabat, diimbangi dengan bantuan sosial untuk rakyat miskin.

Simak video berikut ini:

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini