Omongan Letjen Dudung Ada Benarnya Juga, Panglima Lindungi Prajuritnya dari Fanatisme, Masalahnya di Mana?

Omongan Letjen Dudung Ada Benarnya Juga, Panglima Lindungi Prajuritnya dari Fanatisme, Masalahnya di Mana? Kredit Foto: Dhemas Reviyanto

Polemik seputar pernyataan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurachman yang menyebut bahwa semua agama itu benar di mata Tuhan pada Senin (13/9/2021) hingga kini masih hangat dibicarakan di jagat maya. Pernyataan yang dilontarkannya saat kunjungan ke Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung tersebut banyak dikritik oleh sejumlah pihak, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam hal ini, para tokoh pro-Jokowi turut pasang badan untuk membela pernyataan Letjen Dudung. Baca Juga: Ini Reaksi PP Muhammadiyah Dengar Letjen Dudung Bilang Semua Agama Benar di Mata Tuhan, Beda Banget Dengan MUI

Salah satu yang bersuara paling lantang muncul dari pegiat media sosial Denny Siregar. Menurutnya, tak ada masalah dengan pernyataan Dudung. 

"Pak Dudung kan bicara di depan prajuritnya, yang berbeda2 agama. Jadi masalahnya di mana dgn pernyataan beliau? Beda ma @muhammadiyah yg semua kadernya muslim. Sudahlah, urus barisan masing2. Gak usah ributkan barisan org lain.." tulisnya pada cuitan di akun Twitter miliknya, kemarin (16/9/2021).

Lebih lanjut, Denny menyebut pihak-pihak yang mempermasalahkan pernyataan Dudung sebagai orang-orang lebay.

"Itu emang orang2 lebay yang suka ngeributin pernyataan seseorang, sok paling Islam dari lainnya tapi gak berbuat apa2 cuman sibuk komentar supaya dikenal.. Maju terus, Jendral. Kami bersamamu," ungkapnya.

Hal senada juga diutarakan oleh politisi Ruhut Sitompul. Ia turut menyemangati Dudung di tengah polemik ini.

"Bpk Letjend Dudung Panglima Kostrad, Maju terusssssss dan Do'a Kami Semoga Semoga diberi tanggung jawab, kepercayaan yg lebih tinggi dari Presiden RI Bpk Joko Widodo utk menjaga Indonesia dari Ekstrim kanan, kiri Paten Merdeka," cuitnya pagi tadi (17/9/2021).

Lebih jauh, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas telah terlebih dahulu menyatakan sependapat dengan pernyataan Dudung. Menurutnya, segala sesuatu yang berlebihan tidak baik.

"Ya. Semua yang berlebihan kan tidak baik," ujar Yaqut pada Selasa (14/9/2021). Baca Juga: Letjen Dudung Minta Prajurit TNI Tidak Fanatik Agama, Menag Yaqut Langsung Beri Respon

Hal tersebut juga didukung oleh Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bobby Adhityo Rizaldi. Dilansir dari jpnn.com (17/9/2021), Bobby mengimbau agar pernyataan Dudung dipahami secara utuh dan tak seharusnya menjadi sebuah polemik.

"Ya, kalau dilihat konteks pernyataan secara utuh, bukan potongan dari kutipan, sebenarnya biasa saja, maksudnya agar prajurit bijak bermedia sosial dan saling menghormati keyakinan masyarakat lain yang berbeda," ujarnya pada Kamis (16/9/2021).

Ia juga menyebut Menag sudah mendukung pernyataan Dudung tersebut.

"Ini juga sudah didukung Menteri Agama bahwa fanatisme agama itu untuk diri sendiri. Prajurit diminta menjadi bagian dari yang memelihara kerukunan beragama, bukan menjadi sumber kegaduhan di media sosial dalam konteks keyakinan beragama," lanjutnya. Baca Juga: Letjen Dudung Bilang Semua Agama Benar di Mata Tuhan, DPR Seret Nama Menag Yaqut

Adapun Dudung sendiri telah merespon sejumlah kritik terkait pernyataannya tersebut. Ia menyatakan bahwa sebagai Panglima Kostrad (Pangkostrad), ia perlu mengatakan semua agama benar di hadapan prajuritnya yang terdiri pemeluk berbagai agama.

"Saya ini Panglima Kostrad, bukan ulama. Jika ulama mengatakan bahwa semua agama itu benar, berarti ia ulama yang salah," ungkapnya dalam keterangan pers, Kamis (16/9/2021). 

Selain itu, ia juga mengungkapkan tidak ingin prajurit di Kostrad terjebak dalam fanatisme berlebihan perihal beragama.

"Saya ingin anak buah saya jangan sampai terpengaruh dengan pihak luar di dalam beribadah. hal ini agar tidak menimbulkan fanatisme yang berlebihan. Kemudian menganggap agama tertentu paling benar. Sementara agama lainnya, salah," jelasnya.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini