Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, akhirnya angkat bicara mengenai polemik logo halal baru yang dikeluarkan Kementerian Agama yang dipimpin Yaqut Cholil Qoumas. Dalam sebuah wawancara khusus dengan stasiun TV swasta, Minggu, (20/3/2022), Wapres menilai logo halal semestinya tidak menjadi persoalan yang membuat heboh di masyarakat.
Menurutnya, solusi terbaik yakni dengan meminta pertimbangan masyarakat. Sebab, masyarakatlah yang menjadi tujuan utama adanya logo halal tersebut.
"Logo yang kira-kira masyarakat itu mudah menangkap saja, oh ini tandanya. Kan tanda itu sebenarnya bahwa makanan itu halal, kan adanya di logo itu. Ya tanya saja masyarakat, bagaimana yang masyarakat mudah membacanya," kata Wapres.
Wapres mengingatkan esensi terpenting kehalalan adalah kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi sesuatu yang halal serta melindungi masyarakat dari mengonsumsi sesuatu yang tidak halal. Karena itu perlu dijamin kehalalan itu dengan fatwa halal haram oleh ulama melalui lembaga keulamaan.
Sedangkan, keberadaan logo menjadi penanda kehalalan suatu produk. "Nah untuk supaya orang mengenal (halal) itu ada logonya. Jadi, sebenarnya menurut saya urusan logo itu tidak usah menjadi begitu, jadi heboh begitu," kata Wapres.
Baca Juga: Ternyata Desain Logo Halal Baru dari Kemenag Sangat Dipaksakan, Tak Menonjolkan Nilai...
Wapres menilai, semestinya persoalan logo halal sebaiknya dirundingkan dengan baik antara Kementerian Agama dan juga Majelis Ulama Indonesia. Apalagi saat ini urusan kehalalan berada di bawah koordinasi pemerintah dan MUI.
Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.