Minta Menag Yaqut Hapus 300 Ayat Al Quran, Pendeta Saifuddin: Saya Guru di Pesantren dan Mengerti, Itu Pusat...

Minta Menag Yaqut Hapus 300 Ayat Al Quran, Pendeta Saifuddin: Saya Guru di Pesantren dan Mengerti, Itu Pusat... Kredit Foto: Yohanes A Kopong Corebima

Pendeta Saifuddin Ibrahim tak berhenti meminta hal aneh yang berpotensi merusak kerukunan umat beragama. Dalam videonya yang tersebar oknum pendeta tersebut menyebut ada 300 ayat Alquran yang perlu dihapus karena memicu tindakan intoleran dalam video terbaru miliknya. 

Dirinya bahkan terang-terangan mencatut nama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menghapus 300 ayat dalam Al Qur’an.

“Seperti saya ini sebelumnya radikal, karena saya belajar di pesantren. Saya mengajar di Pesantren Zaitun Indramayu. Itu pusat teroris Pak. Tapi teroris yang kelas berdasi ya pesantren Zaitun. Saya gurunya dan saya mengerti. Bahkan kalau perlu 300 ayat yang menjadi hidup intoleran, hidup radikal dan membenci orang lain karena beda agama itu diskip atau direvisi atau dihapuskan dari Alquran Indonesia. Ini sangat berbahaya sekali,” ucap Saifuddin.

Kemenag sendiri telah memberikan pernyataan penegasan bahwa Menag Yaqut tidak mengenal sama sekali dengan Pendeta Saifuddin.

Meski laporan ke polisi sudah membanjiri, bahkan dari umat kritiani sendiri sudah ikut melaporkan, murtadin satu ini masih terus-terusan mengeluarkan pendapat nyeleneh dan kembali mencatut nama Menag Yaqut.

Dirinya meminta agar Menag Yaqut merespons tantangan ataupun permintaannya terkait penghapusan ayat Al Quran.

Baca Juga: Heboh! Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf Larang Umat Masuk Ansor-Banser: Jangan Ada Islam Nusantara dalam Ibadah...

“Bagaimana beliau segera menjawab tantangan saya ataupun merespons permintaan saya untuk 300 ayat itu,” ucap Saifuddin dalam video di akun Youtubenya dikutip Rabu (23/3/2022).

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Warta Ekonomi.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terkini