Letjen Dudung Diminta Klarifikasi Ulang Soal Semua Agama Benar di Mata Tuhan, Lah Mengapa?

Letjen Dudung Diminta Klarifikasi Ulang Soal Semua Agama Benar di Mata Tuhan, Lah Mengapa? Kredit Foto: Dhemas Reviyanto

Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 Novel Bakmumin merespons klarifikasi Letjen Dudung Abdurachman soal semua agama benar di mata Tuhan.

Sebab klarifikasi Pangkostrad itu dinilai masih mengganjal. Novel menginginkan adanya pernyataan minta maaf dari Letjen Dudung.

"Saya berharap Dudung menarik ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam umumnya dan MUI khususnya," kata Novel Bamukmin, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Denny Siregar: Pernyataan Letjen Dudung itu Buat Hati Gua Nyesss... Semoga Kelak Anda Jadi Panglima TNI!

Dudung juga diminta membuat klarifikasi kembali internal Kostrad bahwa pernyataannya salah. Sebab, meski untuk internal Kostrad, tetap haram pluralisme.

"Umat Islam yang berada di Kostrad harus diselamatkan," katanya.

Sebab, menurutnya, umat Islam yang beriman adalah karena akidahnya.

Pernyataan itu sebelumnya disampaikan Letjen Dudung saat menghadiri acara di Markas Yonzipur 9/Para, Divif 1 Kostrad, Bandung, Senin (13/9/2021). 

Belakangan ucapan Dudung itu dikritik oleh sejumlah pihak, satu di antaranya dari pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menjawab kritik itu, Dudung pun mengaku sebagai Pangkostrad perlu mengatakan semua agama benar saat berbicara di hadapan prajuritnya.

Baca Juga: "Kebenaran Agama Bukan Domain TNI, Saya Ingatkan Letjen Dudung Bicara Sesuai Kapasitas!"

Sebab, eks Pangdam Jaya itu memiliki prajurit yang berasal dari berbagai pemeluk agama.

"Saya ini Panglima Kostrad, bukan ulama. Jika ulama mengatakan bahwa semua agama itu benar, berarti ia ulama yang salah," kata Dudung dalam keterangan persnya, Kamis (16/9/2021).

Jenderal bintang tiga itu mengaku tidak mau prajurit di Kostrad terjebak dalam fanatisme berlebihan sehingga dirinya berucap tentang semua agama benar.

"Saya ingin anak buah saya jangan sampai terpengaruh dengan pihak luar di dalam beribadah. Hal ini agar tidak menimbulkan fanatisme yang berlebihan. Kemudian menganggap agama tertentu paling benar. Sementara agama lainnya, salah," beber Dudung.

Letjen Dudung juga menegaskan ucapannya tentang semua agama benar berkaitan dengan kebangsaan. Diharapkan prajurit di Kostrad bisa menjaga toleransi antarumat beragama.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini