Soal Isi Telegram Jokowi, Mardani: Jangan Berhenti Disitu Saja, Harus Ada Sosialisasi Internal

Soal Isi Telegram Jokowi, Mardani: Jangan Berhenti Disitu Saja, Harus Ada Sosialisasi Internal Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Politikus PKS Mardani Ali Sera memberi tanggapan terkait Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengeluarkan telegram terkait cara mengatasi demonstrasi kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dirinya lantas mengapresiasi tindakan repsonsif Kapolri. Menurutnya, tindakan aparat menjadi masalah besar bagi Jokowi.

“Karena, tindakan di lapangan dinisbatkan pada Pak Jokowi. Selian itu, harus ada sosialisasi internal dari pihak kepolisian,” ujar Mardani Ali Sera dilansir dari genpi, Jumat (17/9).

Menurut Mardani, respons aparat keamanan saat kunjungan Jokowi akan memperburuk citra Indonesia sebagai negara demokrasi.

“Jangan berhenti pada telegram saja, harus ada sosialisasi internal. Lalu, semua pihak mesti sadar bahwa aspirasi dan pendapat masyarakat menyehatkan demokrasi,” tuturnya.

Di sisi lain, Peneliti Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi) Beni Sukadis justru belum sepenuhnya percaya dengan langkah yang diambil Kapolri Listyo Sigit.

“Tentu saja kita belum bisa menilai apa yang dikeluarkan Kapolri akan terus dilaksanakan di lapangan,” ujar Beni.

Sebab, menurutnya, Listyo Sigit perlu mebuktikan bahwa kebijakannya merupakan murni dari hati untuk kebaikan rakyat.

“Perlu dibuktikan, kebijakan ini murni dari hati aparatur negara bidang kamtibmas, bukan sebagai kepanjangan tangan elit politik,” katanya.

Bukan tanpa alasan Beni beranggapan demikian. Sebab, menurutnya, akhir-akhir ini tindakan polri justru lebih banyak mengamankan kepala negara secara eksesif.

Padahal, menurutnya, di lokasi yang sama juga ada masyarakat yang perlu dilihat dan didengar aspirasinya.

“Tindakan menghapus mencari pembuat mural dan menangkap mahasiswa di Solo menunjukkan Polri kurang sensitif terhadap aspirasi dan tidak menghormati hak-hak politik setiap warga negara,” tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini