Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Ahmad Nurwakhid mengungkap, kelompok Negara Islam Indonesia (NII) adalah salah satu gerakan politik yang patut diwaspadai karena memiliki ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
"NII merupakan organisasi dan gerakan politik pertama di Indonesia yang melakukan radikalisasi gerakan politik, yang mengatasnamakan agama, yang sangat membahayakan kedaulatan negara. Ideologi NII merupakan induk ideologi yang menjiwai gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia," kata Nurwakhid dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, 30 Maret 2022.
Sebab, kelompok ini berpotensi melakukan tindakan kekerasan dan teror untuk mencapai cita-citanya, yakni mendirikan negara berdasarkan syariat agama. NII juga bisa mengancam kehidupan harmonis di Indonesia karena bertentangan dengan konsensus nasional, bahkan memiliki struktur pemerintahan yang bergerak di bawah tanah, katanya.
Dia menjelaskan, penyebaran terorisme di Indonesia memiliki akar sejarah dan ideologi yang bisa dilacak dari gerakan Kartosoewiryo melalui Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pada era-1950-an.
Baca Juga: Sebut Erick Thohir Bloon, Noel Dibilang Makin Jelas Dukung Terorisme! Yang Ngomong Habib
Gerakan tersebut merupakan salah satu gerakan pemberontakan yang cukup menyita perhatian pemerintah saat itu, karena memiliki anggotanya yang cukup banyak, serta melakukan i’dad atau pelatihan, kemudian memiliki pesantren sebagai sarana untuk menanamkan doktrin anti-Pancasila.
Bahkan, katanya, menurut salah satu putra pendiri DI/TII, Sarjono Kartoesuwiryo, saat menyatakan ikrar setia kepada Pancasila pada 2019 di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan HAM, anggota NII saat ini menurut data resmi masih ada sekitar 2 juta dan tidak termasuk yang belum terdata.
Lihat Sumber Artikel di Viva Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Viva.