Ngomong Ugal-ugalan! Amien Rais Bilang Jokowi dan Luhut Harus Ngaca Diri Karena Menderita Narsistik Megalomania

Ngomong Ugal-ugalan! Amien Rais Bilang Jokowi dan Luhut Harus Ngaca Diri Karena Menderita Narsistik Megalomania Kredit Foto: Instagram Amien Rais

Isu tentang perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu tampaknya mulai membuat gerah Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais.

Secara gamblang dan terang-terangan, Amien menilai Presiden RI Joko Widodo sebagai pemimpin yang tak berkompeten, dan tak tahu kapan harus mundur dari jabatan.

Tak sampai di situ, Amien bahkan menganggap rezim saat ini sebenarnya dikuasai oleh dua orang yakni Presiden Jokowi dan Menteri koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Baca Juga: Dituding Ngabalin Manfaatkan Wacana 3 Periode, Orang Demokrat Gak Terima! Sebut Orangnya Jokowi Memprovokasi Seolah...

Menurut Amien Rais, keduanya hendak menguasai Indonesia untuk kepentingan sepihak tapi melalui jalur konstitusional.

"Jadi, tidak bisa lain, kesimpulan saya adalah, Jokowi ini itu selain tidak kompeten sebagai pemimpin yang saya tulis dalam risalah kebangsaan saya, juga tidak tahu kapan dia harus mundur," kata Amien melalui siaran di kanal YouTube Amien Rais Official, Sabtu (2/4/2022). 

Amien berpendapat, pemimpin yang baik itu harus tahu persis kapan harus mundur dari jabatan. Dalam konstitusi atau UUD 1945 sudah diamanatkan masa jabatan seseorang sebagai kepala negara dibatasi hanya dua periode.

"Tapi sekarang mau dipaksakan supaya ada sidang MPR khusus untuk membuat Pokok-Pokok Haluan Negara. Kemudian nanti arahnya mengubah secara sangat ugal-ugalan. Lebih dari itu, sangat jahat, ini luar biasa di luar akal sehat." ungkapnya.

Baca Juga: Zulhas Akui Saingan PAN adalah PKB, Gerindra Hingga Golkar

Selain itu, Amien juga menyinggung soal sindrom narsistik dan megalomania pada seorang pemimpin.

Amien berpendapat, narsistik adalah seseorang yang merasa dirinya selalu sempurna. Sementara megalomania adalah seseorang yang merasa dirinyalah yang hebat dan selalu membayangkan sebagai sosok besar.

Baca Juga: Soal Pemecatan Terawan, PB IDI: Mudah-mudahan Dipahami Semua Pihak

Dirinya mengungkapkan, Jokowi maupun Luhut tampaknya mengidap sindrom-sindrom tersebut.

"Maaf ya saudara Jokowi dan Luhut, Anda berdua ini harus mengaca diri. Tanya ke psikolog yang objektif, apakah kalian berdua itu sedang menderita narsistik megalomania? Kalau iya, tentu memohon ampunlah kepada Allah, kepada Tuhan, karena ini bisa membawa bahaya luar biasa." katanya.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Terkait

Terkini