Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief diketahui mangkir dalam panggilan pertama, setelah KPK mengirim surat panggilan pada 23 Maret 2022.
Hal ini kemudian menjadi pertanyaan mantan politisi PKPI Teddy Gusnaidi. Ia bertanya sebenarnya apa yang ditakuti Andi Arief hingga tak datanh panggilan KPK.
"Apa yang lu takutin @Andiarief__? Selama lu gak nyolong, gak terima uang suap, kenapa harus takut? Kecuali kalau lu ikut nyolong atau terima uang suap, pantes kalau lu takut," ujar Teddy dari Twitter @TeddGus yang dikutip populis.id pada Senin (4/4/2022).
Baca Juga: Dengerin Nih Anak Buah AHY, Jangan Dibawa Ke Ranah Politik, KPK Murni...
Menurut Teddy, pemanggilan ini tidak mengarah pada urusan politik.
"Ini gak ada urusan dengan politik, ini urusan nyolong dan suap menyuap.." katanya.
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengaku pihaknya tidak sembarangan memanggil pihak tertentu dalam mengusut sebuah kasus korupsi.
Maka pemanggilan Andi Arief kata berdasarkan perimbangan matang serta berlandaskan berbagai petunjuk.
Baca Juga: Dituding Ngabalin Manfaatkan Wacana 3 Periode, Orang Demokrat Gak Terima! Sebut Orangnya Jokowi Memprovokasi Seolah...
"Setiap orang yang dipanggil itu pasti sudah ada bukti-bukti petunjuk bahwa yang bersangkutan diperlukan untuk kepentingan penyidikan," kata Firli.
Firli menyatakan keterangan Andi Arief tentu sangat membantu lembaganya mengusut kasus korupsi yang melibatkan Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud itu.
Apa yang lu takutin @Andiarief__? Selama lu gak nyolong, gak terima uang suap, kenapa harus takut? Kecuali kalau lu ikut nyolong atau terima uang suap, pantes kalau lu takut.
— Teddy Gusnaidi (@TeddGus) April 3, 2022
Ini gak ada urusan dengan politik, ini urusan nyolong dan suap menyuap..
https://t.co/pgFimeDxiR