Siap Demo Lebih Besar, Mahasiswa Tuntut Pernyataan Resmi Jokowi Tolak Tiga Periode, Ngabalin: Dikasih Waktu Dua Hari, di Mana Logikanya?

Siap Demo Lebih Besar, Mahasiswa Tuntut Pernyataan Resmi Jokowi Tolak Tiga Periode, Ngabalin: Dikasih Waktu Dua Hari, di Mana Logikanya? Kredit Foto: Instagram/Ali Mochtar Ngabalin

Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi sudah bergerak menyuarakan penolakan wacana Presiden Jokowi jabat 3 periode. Para intelektual muda itu minta Jokowi menyampaikan pernyataan resmi menolak perpanjangan masa jabatan Presiden. Barisan mahasiswa juga mengancam akan bergerak turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar.

Menanggapi itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengatakan sikap Jokowi sudah tegas. Dia pun mengkritik sikap mahasiswa yang tak semestinya melayangkan ultimatum kepada Kepala Negara.

"Bagaimana logikanya? Mahasiswa memberi waktu dua hari kepada presiden. Kalau main ancam-ancam itu bagaimana logikanya? Itu yang abang nggak bisa jelaskan bagaimana mendudukkan logikanya," kata Ngabalin kepada wartawan, Selasa, 5 Maret 2022.

Ngabalin menyarankan agar mahasiswa mengikuti perkembangan yang ada. Sebab, dalam beberapa kesempatan Presiden kerap mengungkapkan dukungannya agar pemilu tetap berlanjut.

"Apa dengan presiden menetapkan 14 Februari pelaksanaan Pemilu 2024 kemudian regulasi turunannya UU 7 2017, kemudian proses tanggal semua dari KPU dan Presiden memberi persetujuan? Bukankah memberikan jawaban kepada publik ada program penetapan pelaksanaan Pemilu 2024?," ujar eks Anggota DPR itu.

Dia menekankan bahwa Jokowi sudah berulang kali menyampaikan menolak wacana tiga periode. Kata dia, konstitusi tidak mengatur soal perpanjangan masa jabatan Presiden.

Baca Juga: Viral, Temui Terawan di Tempat Kerjanya, Darah Luhut Diambil Terawan Demi Vaksin Nusantara Hingga Titipkan Ini

"Kalau katanya orang pintar, narasi 3 periode dan perpanjangan berbeda. Apakah mereka paham konstitusi mengatur periode masa presiden dan tidak mengatur perpanjangan? Itu tidak jadi bagian," ujar Ngabalin.

Lihat Sumber Artikel di Viva Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Viva.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover