Jleb! Soroti soal BLT Minyak Goreng, Anggota Komisi IV DPR RI: BLT Tersebut Sebagai Kebijakan Manuver Pemerintah untuk…

Jleb! Soroti soal BLT Minyak Goreng, Anggota Komisi IV DPR RI: BLT Tersebut Sebagai Kebijakan Manuver Pemerintah untuk… Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Pemerintah dinilai telah gagal melakukan manajemen pangan jelang bulan puasa tahun ini. Sebagai contoh, mulai dari persoalan minyak goreng yang akhirnya merembet ke kebutuhan pokok lain.

Anggota Komisi IV DPR RI Slamet mengatakan, naiknya bahan pangan minyak goreng di awal Ramadan tahun ini tidak terlepas dari lemahnya sikap pemerintah terhadap para pengusaha. Menurutnya, pemerintah mempunyai kewenangan tetapi tidak di gunakan untuk menekan para pengusaha dalam memainkan harga.

"Stok menurut kementerian teknis cukup tetapi kenapa harganya naik. Kedua, rakusnya para pengusaha kita yang tidak mau berempati kepada kesusahan rakyat namun mereka hanya memikirkan keuntungan ekonominya saja," ujar Slamet, Selasa (5/4).

Baca Juga: Menperin Ingkar Janji, Minyak Goreng Tidak Terkendali, PKS: Pemerintah Terbukti Mandul!

Sehingga, menurut dia, keduanya ini sangat klop yakni lemahnya pemerintah dan rakusnya para pengusaha sehingga membuat harganya menaik. Selain itu, lanjutnya, tidak adanya tindakan pemberian sanksi kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Dimana ia menilai Kemendag yang sangat kasat mata telah gagal menjadi perpanjangan tangan Presiden dalam mengantisipasi gejolak harga. Dan termasuk soal kecukupan pasokan pangan. Sehingga membuat pemerintah semakin menunjukkan lemahnya tata manajerial ditengah situasi yang tidak begitu kondusif.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Warta Ekonomi.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terkini