Diberondong 17 Pertanyaan Soal Kasus Korupsi Lahan Rumah Dp Rp0, Anies Baswedan Bilang Begini

Diberondong  17 Pertanyaan Soal Kasus Korupsi Lahan Rumah Dp Rp0, Anies Baswedan Bilang Begini Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait korupsi pengadaan lahanĀ  rumah Dp Rp0 di Munjul , Jakarta Timur. Anies menyambangi Gedung Merah Putih, Kuningan Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Bilang Anies Baswedan Tukang Tipu, Giring Oh.. Giring,Cari Panggung Nggak Gitu-gitu Amat

Usai diperiksa, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaanitu mengaku dirinya disodorkan sebanyak 17 pertanyaan, 8 diantaranya adalah pernyataan terkait pembelian lahan untuk rumah yang diklaim murah meriah itu.

"Ada 8 pertanyaan yang terkait dengan program pengadaan rumah di Jakarta. Pertanyaan menyangkut landasan program dan seputar peraturan yang ada di Jakarta. Lalu ada 9 pertanyaan yang sifatnya biografi formil, tanggal lahir dan lain-lain," kata Anies Baswedan di gedung KPK

Orang nomor satu di Jakarta ini, berharap keterangan yang diberikan dapat membantu lembaga ini mengusut tuntas kasus korupsi yang melibatkan eks Dirut Permunda Sarana Jaya Yoory C Pinontoan itu.

Baca Juga: Ferdinand Minta KPK Jangan Berhenti Hari Ini Saja Periksa Anies, Lho Kenapa?

"Saya berharap penjelasan yang tadi kami sampaikan bisa bermanfaat bagi KPK, untuk menegakkan hukum, menghadirkan keadilan, dan memberantas korupsi. Harapannya keterangan saya tadi bisa membantu KPK menjalankan tugasnya," tandasnya.

KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni mantan Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles, Direktur PT Adonara Propertindo Tomy Ardian, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene, dan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar.

Lembaga Antikorupsi juga menetapkan PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi kasus ini.

Baca Juga: PSI Nggak Rela Indonesia Dipimpin Gerombolan Tukang Tipu, Rektor Pendukung Mas Anies Meradang: Itu Pidana!

Kasus tersebut bermula ketika Perumda Sarana Jaya diberikan proyek untuk mencari lahan di Jakarta untuk dijadikan bank tanah.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover