Punya Kekuatan Politik yang Kuat, Orang PDIP: Buktinya Presiden Pernah Bilang Stop Ekspor Batu Bara, Kemudian Dibuka Lagi Sama Luhut

Punya Kekuatan Politik yang Kuat, Orang PDIP: Buktinya Presiden Pernah Bilang Stop Ekspor Batu Bara, Kemudian Dibuka Lagi Sama Luhut Kredit Foto: Reno Esnir

Sekretaris Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Wuryanto mengakui kekuatan politik yang cukup kuat dimiliki Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Salah satu contoh kekuatan Luhut, kata ia, saat mengumumkan kembalinya ekspor batu bara ke negara lain.

"Orang juga paham sekali betapa Pak Luhut sangat kuat, power politiknya kuat. Misalnya, contoh Pak Presiden pernah statement disetop ekspor (batu bara) kan gitu, dua hari berikutnya dibuka lagi Pak Luhut yang statement," ujar Bambang saat ditemui di ruangannya, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/4).

Luhut diketahui menjadi salah satu menteri yang mengumandangkan perpanjangan masa jabatan dari Presiden Joko Widodo. "Kalau Pak Airlangga sebagai ketum, kalau sebagai Menko ya pas. Kalau Pak Luhut ya monggo saja, bisa evaluasi sendiri, kan banyak orang yang mengatakan beliau prime minister," ujar Bambang.

Kemudian, ia menanggapi peringatan Presiden Joko Widodo kepada menteri di kabinetnya yang menyuarakan wacana penundaan pemilihan umum (Pemilu) 2024. Menurutnya, itu merupakan peringatan kepada para menteri untuk bekerja sesuai dengan tugasnya.

"Saya lebih memandang sebagai orang politik, sadarlah tidak pada posisimu? Ini (isu penundaan pemilu) sudah terlalu bias, sudah terlalu bias. Pak Presiden mengingatkan, heh sadarlah engkau pada posisimu," ujar Bambang.

Ia menjelaskan, kondisi Indonesia saat ini memerlukan fokus dari para menteri di kabinet untuk bekerja sesuai bidangnya. Bukan malah menyuarakan penundaan Pemilu 2024, yang bukan merupakan bagian dari tugasnya.

Baca Juga: Jelang Demo Besar-besaran Mahasiswa 11 April, Tagar Goodbye Jokowi Viral di Twitter: Jakarta Tutup Sampai...

"Pak Presiden sedang mengingatkan menteri-menterinya agar sadar posisi, tapi kalau Menteri Dalam Negeri ya itu, kalau mau ngomong masih ada make sense dengan tugasnya," ujar Bambang.

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover