Heboh! Seorang Pria Nekat Bentangkan Kain Kafan Saat Jokowi Kunker ke Jambi, Ternyata dari Kelompok Ini!

Heboh! Seorang Pria Nekat Bentangkan Kain Kafan Saat Jokowi Kunker ke Jambi, Ternyata dari Kelompok Ini! Kredit Foto: ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/tom.

Seorang warga bernama Muhammad Usman berani membentangkan kain kafan yang bertuliskan “Pak Jokowi, tolong turunkan harga minyak goreng” di depan rombongan presiden.

Usman membentangkan kain kafan tersebut saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongannya selesai meninjau Pasar Bedug di Kota Jambi pada Kamis (7/4/2022).

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Pemerintah Jokowi Pelit, Tak Berbagi dengan Rakyat

Setelah ditelusuri, ternyata Usman merupakan perwakilan dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dibentuk oleh Panglima TNI, Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo.

Usman menerangkan kalau dirinya menjabat sebagai Komite Eksekutif KAMI Provinsi Jambi. Aksi solonya tersebut merupakan bagian dari aksi KAMI untuk membela emak-emak yang tengah kesulitan akibat naiknya harga minyak goreng dan harga kebutuhan pokok lainnya.

"Sebagian besar anggota KAMI Provinsi Jambi adalah emak-emak yang merasa sangat terdampak oleh kenaikan harga minyak goreng. Selain ada juga yang ingin menyampaikan pendapat mengenai penolakan wacana tiga periode jabatan presiden, penundaan pemilu, kenaikan harga BBM, dan sebagainya," terang Usman.

Awalnya rombongan KAMI bergabung dengan massa mahasiswa yang juga melakukan aksi di dekat Pasar Angsoduo. Akan tetapi, massa tersebut gagal menemui Jokowi.

Akhirnya, rombongan KAMI memutuskan untuk berpindah tempat ke Pasar Bedug, salah satu titik yang dikunjungi Jokowi pada rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Jambi.

Diamankan Aparat

Baca Juga: Gegara Ngamuk karena Butuh Duit, Ustaz Yusuf Mansur Trending Topic: Cup.. Cup.. Ayo ke Psikolog!

Usman melihat kalau Jokowi akan meninggalkan Pasar Bedug sekitar pukul 13.15 WIB. Ia langsung bergegas untuk membentangkan kain dengan tulisan permintaan turunkan harga minyak goreng.

"Sekitar pukul 13.15 WIB Presiden Jokowi meninggalkan lokasi, saya langsung mengibarkan kain putih yang telah kami siapkan. Kain kafan," kata Usman.

Belum lama ia membentang kain itu, anggota TNI langsung sigap menurunkannya. Karena tidak kooperatif, Usman langsung dihadang oleh sekitar tiga aparat TNI dan ditarik ke bagian belakang barisan warga yang ingin menyapa Jokowi.

"Lalu saya diangkat ke pinggir. Di halaman Bank Danamon saya dipegangi beberapa anggota TNI sehingga saya tidak bisa bergerak. Ketika mobil yang dinaiki Jokowi sudah meninggalkan lokasi baru saya dilepaskan," ceritanya.

Usman mengaku tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI tersebut. Hanya saja tubuhnya dipegang oleh tiga aparat TNI sehingga tidak bisa bergerak.

"Enggak, mereka hanya memegang badan saya saja sehingga tak bisa bergerak."

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover