Buntut Panjang RUU Sisdiknas, HNW Desak Jangan Hapus Madrasah

Buntut Panjang RUU Sisdiknas, HNW Desak Jangan Hapus Madrasah Kredit Foto: Humas MPR

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menerima aspirasi dari warga di Tebet Jakarta Selatan soal eksistensi Madrasah. Mereka berharap, Pemerintah mementingkan Madrasah yang dinilai telah berjasa untuk pendidikan warga.

Harapan tersebut disampaikan tokoh-tokoh masyarakat Tebet kepada HNW,  pada acara serap aspirasi, pemberian santunan dan buka puasa bersama, kaum dhuafa dan yatim piatu di Tebet  Jakarta Selatan, Jumat (8/4).

HNW, yang juga anggota Komisi VIII DPR RI membidangi keagamaan, menyambut baik aspirasi warga. Apalagi, klarifikasi Mendikbud Nadiem Makarim bersama Menteri Agama Gus Yaqut (29/3) yang mengatakan bahwa nomenklatur Madrasah akan tetap masuk dalam batang tubuh RUU Sisdiknas, masih perlu dikawal,  agar benar-benar diwujudkan.

Baca Juga: RUU TPKS Bakal Disetujui DPR? Katanya Hadiah Untuk Hari Kartini

Sehingga harapan dan keresahan masyarakat dapat dijawab dengan benar. Agar, klarifikasi Mendikbudristek tidak hanya menjadi janji pemanis belaka, bila ternyata Madrasah masih disebutkan bukan di batang tubuh UU, tapi hanya di Penjelasan yang tidak mempunyai kekuatan hukum, dan itu mendegradasi Madrasah.

Apalagi bila dibandingkan dengan UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang tegas dan jelas menyebut Madrasah dalam batang tubuhnya. Perhatian kepada Madrasah juga  diperlukan karena terbukti kualitas unggul Madrasah, sehingga belakangan ramai dibeberkan oleh berbagai tokoh terkait banyaknya prestasi madrasah baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Madrasah tidak kalah dengan sekolah. Malah, banyak menorehkan prestasi yang membanggakan. Madrasah seharusnya mendapatkan apresiasi dan pembelaan lebih baik dari negara, atau minimal tidak direndahkan, dengan memertahankan penyebutan Madrasah dalam batang tubuh UU," desak HNW.

Baca Juga: Berkat Usulan RUU Ini, Mahfud MD Berhasil Memperbaiki Citra Pemerintah, RUU Apa Ya Kira-kira? Simak Penjelasan Berikut!

Sebagaimana yang terjadi dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003, Klarifikasi Mendikbud dan Menag yang menjamin bahwa madrasah masuk di batang tubuh RUU Sisdiknas perlu terus dikawal realisasinya.

"Agar benar-benar terwujud dengan mengoreksi pernyataan sebelumnya yang hanya akan menyebut Madrasah dalam bagian penjelasan saja," tegas HNW.

HNW memaparkan berapa prestasi insan Madrasah yang diapresiasi publik termasuk dibagikan para pegiat media sosial, seperti MAN Insan Cendekia Serpong meraih peringkat pertama sekolah unggulan tingkat SMA se-Indonesia.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Rakyat Merdeka.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terkini

Populis Discover