Pendeta Saifuddin Ibrahim kembali beraksi dari tempat persembunyian, kali ini tersangka penistaan agama dan ujaran kebencian itu berbicara mengenai pengeroyokan pegiat media sosial sekaligus Dosen Fisip UI Ade Armando di tengah aksi yang digelar di gedung DPR/MPR RI Senin (11/4/2022).
Menurut Saifuddin kelompok pengeroyok Ade Armando adalah rombongan kadal gurun (kadrun). Saifuddin bilang kelompok ini memang sejak dahulu dikenal tidak berprikemanusian, tindakan - tindakan mereka sukar dinalar dan di luar batas kewajaran. Atas peristiwa pengeroyokan, itu Saifuddin meminta Ade Armando agar tidak lagi terjun ke lapangan menemui kelompok ini.
“Mereka bukan manusia otaknya sudah rusak semua," kata Saifuddin dalam video terbarunya yang diunggah saluran YouTube pribadinya dikutip Populis.id Kamis (14/4/2022).
Saifuddin dalam kesempatan itu juga kembali mengukit pernyataannya terkait 300 ayat Alquran yang pernah ia singgung sebelumnya, dia mengatakan para pengeroyok Ade Armando itu selama ini memang membaca ayat - ayat tersebut. Di mana ayat suci tersebut menurut Saifuddin mengajarkan radikalisme.
“Kadrun ini selama dia baca 300 ayat itu akan selalu memukul orang, menyiksa orang, menghina orang, dan berani mengatakannya, walaupun dia salah,” ucap Saifuddin.
Saifuddin mengecam keras aksi pengeroyokan itu kendati selama ini dia kerap beda pendapat dan terlibat debat sengit dengan Ade Armando. Saifuddin mengaku sedih atas kejadian brutal itu.
“Miris dan sedih saya mendengar Ade Armando disiksa. Saya sangat sedih sekali, dan geram hati saya, karena apa yang dilakukan Ade Armando selama ini adalah dia pejuang toleransi dan damai,” tuturnya.
Sebagai informasi, sekarang ini Saifuddin sedang dalam pelarian setelah dirinya ditetapkan menjadi tersangka penistaan agama. Dia ditersangkakan lantaran meminta Pemerintah melalui Kementerian Agama menghapus 300 ayat Alquran. Saifuddin saat ini tengah berpindah dari satu kota ke kota lainnya di Amerika Serikat untuk menghindari kejaran polisi.