KPAI Ngelus Dada Ada Santri Disodomi, Guru Ngaji Seharusnya Jadi Teladan Malah Pelaku Pencabulan

KPAI Ngelus Dada Ada Santri Disodomi, Guru Ngaji Seharusnya Jadi  Teladan Malah Pelaku Pencabulan Kredit Foto: WE

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengutuk kasus dugaan pencabulan/kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum guru ngaji berinisial SN (35) di Pengalengan, kab. Bandung, Jawa Barat. 

Korban dari kejahatan tersebut bahkan mencapai belasan orang yang kesemuanya adalah santri laki-laki. Retno menegaskan hal ini sangat disayangkan karena guru seharusnya mengajarkan kebaikan, malah menjadi pelaku pencabulan.

Baca Juga: Densus 88 Bilang Puluhan Bocil di Sumbar Jadi Anggota Teroris NII, KPAI Nggak Mau Tinggal Diam, Simak Nih Omongannya!

"Guru ngaji yang seharusnya mengajarkan kebaikan dan adab justru menjadi pelaku pencabulan. Guru yang seharusnya melindungi anak-anak  justru menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap anak," katanya kepada Populis.id pada Selasa (19/04/2022).

KPAI juga berharap Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPA)  kabupaten Bandung tak tinggal diam melihat kasus tersebut. Ia mendorong Dinas PPPA segera melaksanakan fungsinya untuk memberikan layanan rehabilitasi psikologis kepada seluruh anak korban.

"Begitupun Dinas Kesehatan Kab. Bandung segerakan memenuhi hak rehabilitasi kesehatan untuk seluruh korban. Rehabilitasi bagi korban yang masih anak-anak adalah langkah yang penting yang harus dilakukan," paparnya.

Retno juga mengapresiasi kepolisian yang segera bertindak, memeriksa dan menindaklanjuti laporan keluarga korban dengan cepat. Ia berharap agar pelaku dapat dihukum maksimal sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Penggunaan hukuman maksimal dengan pemberatan hukuman terhadap pelaku wajib dilakukan sesuai amanat UU Perlindungan anak," tegasnya.

KPAI juga mengapresiasi para orangtua korban yang sudah melapor. Hal ini sangat penting dalam penegakan hukum dan efek jera pada pelaku serta mencegah korban lain.

Baca Juga: Disurati Polisi, Pendeta Saifuddin Malah Ngomel - ngomel, Bilang Usulannya Buat Hapus 300 Ayat Alquran Dijamin UUD

Hal senada juga diucapkan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait yang mengecam keras peristiwa kekerasan seksual tersebut. Arist mengatakan, kasus ini sama dengan apa yang dilakukan pelaku kekerasan seksual kepada belasan santriwati Herry Wirawan beberapa waktu lalu. 

Maka, ia menilai pelaku kejahatan tersebut bisa diberikan hukuman mati seperti apa yang dialami Herry.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover