Tampaknya, PDIP Tak Akan Mampu Menahan Ganjar untuk Maju Pilpres 2024

Tampaknya, PDIP Tak Akan Mampu Menahan Ganjar untuk Maju Pilpres 2024 Kredit Foto: Instagram/Ganjar Pranowo

Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024 tinggal tersisa dua tahun lagi. Opini-opini masyarakat terkait calon presiden (capres) selanjutnya kini mulai cukup terdengar, dimana salah satu yang paling lantang keluar dari mulut para Jokowi Mania (JoMan). Kabarnya, mereka kini menjagokan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk maju sebagai capres 2024 mendatang.

Hal ini tentunya telah dikonfirmasi sendiri oleh Ketua Sukarelawan JoMan Immanuel Ebenezer atau akrab disapa Noel.

"Ini tekad kami dan sebuah pilihan yang akan dipertanggungjawabkan," tegasnya seperti dikutip dari GenPI.co, Kamis (23/9/2021).

Ia juga menyebut bahwa gelombang dukungan terhadap Ganjar sangatlah besar dan sulit dibendung. Menurutnya, bagaimanapun sejumlah respons yang bersifat kontra atas dukungan ini tak akan memengaruhi dukungan mereka.

""Kami tegaskan, gerakan ini tidak ada yang mampu menghentikan dari identitas partai manapun. Dukungan yang dikehendaki rakyat untuk perubahan sejarah yang tidak bisa dihentikan," pungkasnya.

Baca Juga: Alamak! Mas Ganjar... Mas Ganjar, Peluangnya Nggak Main-Main di Pilpres, Buktinya Terkuak Nyata!

Adapun sehubungan dengan hal ini, PDI Perjuangan (PDIP) yang kini menaungi Ganjar sebelumnya sempat menyatakan akan siap memberikan sanksi bagi kadernya yang mendekrlarasikan atau dideklarasikan nyapres di Pilres 2024. Keputusan PDIP adalah untuk menentukan capres yang diusungnya sesuai dengan arahan pimpinan partai, yakni Megawati Soekarnoputri.

Meski begitu, tampaknya pendapat Noel perihal gelombang dukungan yang sangat besar tersebut bukan isapan jempol belaka. Cukup banyak pihak pro-Ganjar yang turut angkat suara terkait kebijakan partai yang juga mengusung Presiden Jokowi tersebut. Dari Ketua Umum Teman Ganjar (Tegar) Rinto Wardana juga turut menanggapi hal tersebut. Mereka membela Ganjar yang terancam sanksi dari PDIP akibat besarnya deklarasi atasnya untuk menjadi capres di 2024.

"PDIP harusnya tegur kami (Tegar), rakyat jelata yang memberi dukungan. Pak Ganjar sama sekali tidak ada dalam proses ini. Pak Ganjar tidak terafiliasi dengan pendukung. Jadi, jangan matikan demokrasi," ungkapnya pada GenPI.co, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Ancam Sanksi Kader Nyolong Start Pilpres, Relawan Ganjar Meradang: PDIP Tidak Bisa menyalahkan Kadernya yang Didukung Rakyat

Belum lagi deklarasi serentak dari Sahabat Ganjar di 17 negara, yakni di Hong Kong, Macau, Jepang, Taiwan, Inggris, Singapura, Italia,  Belanda, Malaysia, Arab Saudi, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Austria, Spanyol, Uni Emirat Arab, dan Perancis. Deklarasi serentak tersebut dipimpin oleh Ketua Umum Sahabat Ganjar, Lenny Handayani di Jakarta pada Minggu (19/9/2021).

Adapun nama Ganjar Pranowo di media sosial bisa dikatakan populer, terutama di kalangan generasi milenial. Hal ini dikuatkan oleh argumen dari Pengamat Politik Ujang Komarudin yang menyatakan bahwa media sosial kini menjadi salah satu strategi kampanye orang-orang politik yang paling banyak diminati.

"Media sosial telah menjadi elemen komunikasi politik yang perannya melampaui partai politik dan warga. Nah, Ganjar Pranowo kini menjadi trendsetter politikus dan pejabat daerah yang selalu mendapat sambutan hangat dari generasi milenial," terangnya pada Minggu (19/9/2021).

Terlebih, saat ini mayoritas populasi di Indonesia dihuni oleh generasi milenial dan generasi Z. Pada data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 yang rilis pada Januari 2021, dari total penduduk Indonesia yang mencapai 270,20 juta jiwa, jumlah generasi milenial tercatat sebanyak 25,87 persen, sementara generasi Z sebanyak 27,94 persen.

Adapun strategi yang dilancarkan oleh pihak pro-Ganjar ini memperoleh komentar positif dari Pengamat politik Universitas Andalas Asrinaldi. Menurutnya, strategi yang digunakan Sahabat Ganjar tersebut ciamik.

"Upaya strategis dari sukarelawan untuk mengorganisasi dukungan di daerah tersebut agar lebih mudah dimobilisasi pada saatnya," kata Asrinaldi, dikutip dari GenPI.co, Kamis (23/9/2021).

Ia menyebut bahwa strategi menyatukan suara tersebut akan menguntungkan Ganjar pada Pilpres 2024.

"Dukungan ini merupakan bukti Ganjar bisa diterima oleh masyarakat sebagai bakal calon presiden," sambungnya.

Baca Juga: Edan! Pendukung Mas Ganjar Nggak Main-Main, Partai Bu Mega Diwanti-wanti Telak!

Sebenarnya, dari pihak petinggi PDIP sendiri rumornya sudah memiliki calon versinya sendiri, yang tak lain adalah sang "Putri Mahkota" Puan Maharani. Putri dari Megawati yang kini menjabat sebagai Ketua DPR tersebut diketahui sudah mulai gencar memperbaiki kinerja elektoralnya guna meningkatkan elektabilitas dirinya. Terlebih, ia memiliki trah Presiden Soekarno dalam dirinya. Syaratnya, ia tidak boleh lengah dengan manuver Ganjar.

"Bisa saja, contoh di Pilpres 2014 terulang. Tiket Pilpres diberikan kepada di luar trah Soekarno, Joko Widodo (Jokowi)," kata Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (INSIS) Dian Permata, dikutip Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Peluang Masih Ada Menuju Pilpres 2024, Puan Maharani Diingatkan Tak Meleng dengan Pesona Ganjar Pranowo

Adapun keputusan PDIP untuk menyatakan sanksi tersebut sempat diduga sebagai jalan untuk menjaga Ganjar maju menjadi Capres sehingga melancarkan langkah Puan yang sesuai pilihan mereka. Ujang Komarudin turut berpendapat terkait hal ini. 

"Sikap yang aneh, karena mestinya PDIP senang karena ada kadernya seperti Ganjar yang memiliki elektabilitas di atas," ujarnya seperti dilansir dari JPNN.com, Kamis (23/9/2021).

Akademisi Universitas Al-Azhar Jakarta tersebut juga menilai sikap PDIP itu bentuk peredaman dukungan pada kader partai lainnya selain Puan Maharani.

"Mungkin karena di PDIP ada putri mahkota Puan, maka keinginan Ganjar sedikit terganjal di PDIP," imbuhnya.

Baca Juga: Sanksi Kader Nyolong Start Pemilu 2024, Cara PDIP Singkirkan Ganjar

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini