Terpidana Korupsi Bansos Juliari Batubara Dijebloskan ke Lapas Tangerang

Terpidana Korupsi Bansos Juliari Batubara Dijebloskan ke Lapas Tangerang Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Jaksa eksekusi pada KPK mengeksekusi mantan Menteri Sosial Juliari Batubara ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1Tangerang, Banten. Juliari akan menjalani hukuman pidana 12 tahun penjara.

"Jaksa eksekusi KPK Suryo Sularso pada hari Rabu (22/9/2021) telah melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor atas nama terpidana Juliari P Batubara yang telah berkekuatan hukum tetap dengan cara memasukkannya ke Lapas Kelas 1 Tangerang untuk menjalani pidana penjara selama 12 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Vonis Ringan Juliari Batubara Karena Menderita Dibully, Denny Siregar: Lembut Sekali Hati Pak Hakim...

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dengan 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. 

Hakim menyatakan Juliari menerima suap Rp32,482 miliar berkaitan dengan bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di Kementerian Sosial.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Juliari P Batubara telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis dalam persidangan virtual yang ditayangkan melalui akun YouTube Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/8/2021).

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Apabila harta terdakwa tidak mencukupi maka diganti penjara selama dua tahun," kata hakim Muhammad Damis.

Selain itu, hakim juga mencabut hak politik Juliari selama 4 tahun. Dengan pencabutan itu, Juliari dilarang memegang jabatan publik selama 4 tahun setelah nantinya bebas dari penjara.

"Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak dipilih pada jabatan publik selama empat tahun setelah menjalani pidana pokok," kata Muhammad Damis

Dalam perkara tersebut, Juliari P Batubara selaku Menteri Sosial RI periode 2019-2024 dinyatakan terbukti menerima uang sebesar Rp1,28 miliar dari Harry Van Sidabukke, sebesar Rp1,95 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja, serta uang sebesar Rp29,252 miliar dari beberapa penyedia barang lain sehingga totalnya mencapai Rp32,482 miliar.

Baca Juga: Juliari Batubara Layak Dimiskinkan!

Tujuan pemberian suap itu adalah karena Juliari menunjuk PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude yang diwakili Harry Van Sidabukke, PT Tigapilar Agro Utama yang diwakili Ardian Iskandar, serta beberapa penyedia barang lainnya menjadi penyedia dalam pengadaan bansos sembako.

Baca Juga: Ribuan Klaster Covid-19 di Lingkungan Sekolah Ditemukan, Nadiem Ogah Stop PTM, Aduh.. Nekat Bener Nih Mas Menteri

Uang suap itu diterima melalui perantaraan Matheus Joko Santoso yang saat itu menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako periode April-Oktober 2020 dan Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Kemensos sekaligus PPK pengadaan bansos sembako Covid-19 periode Oktober-Desember 2020. 

Lihat Sumber Artikel di Akurat Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Akurat.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover