Apa Itu Cancel Culture? Perlukah Diterapkan di Indonesia?

Apa Itu Cancel Culture? Perlukah Diterapkan di Indonesia? Kredit Foto: Gusdurian

Di era canggih saat ini, mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi diri seseorang, khususnya publik figur. Mulai dari mencarinya di mesin pencarian Google hingga men-stalk media sosialnya. Tujuannya pun berbeda-beda, ada yang mencarinya karena sekadar iseng, penasaran, dan ingin mengetahui masa lalu seseorang.

Kehidupan seorang publik figur selalu menarik untuk ditelusuri. Tak heran, banyak masyarakat yang ingin mengetahui 'lebih' mengenai publik figur dengan mencarinya di internet. Misalnya mencari latar belakang publik figur, mencari makanan favoritnya, dan mencari tahu kehidupannya dulu sebelum menjadi publik figur.

Baca Juga: Telak Banget! Gegara Rachel Vennya, Pak Hakim Diketawain Cs Habib Rizieq: Haha Harus Bilang Wow Gitu?

Tak jarang, masyarakat tidak sengaja menemukan sisi kelam dari publik figur di masa lalu. Walaupun ada juga yang sengaja mencari hingga ke celah tersebut.

Publik figur yang sisi kelamnya terkuak akan mendapatkan imbas berupa penolakan dari masyarakat. Penolakan tersebut dapat berupa pemboikotan agar publik figur dan karyanya tidak diperbolehkan muncul di depan publik. Fenomena tersebut dinamakan cancel culture atau budaya pengenyahan.

Cancel Culture

Cancel culture adalah sebuah praktik menolak seseorang karena perilakunya di masa lalu atau sekarang yang bertolak belakang dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Publik figur tanah air juga sempat mengalami penolakan dari masyarakat. Misalnya, Gofar Hilman, penyiar radio dan YouTuber yang pada tahun lalu terkena skandal tuduhan kasus pelecehan seksual yang ia lakukan terhadap penggemarnya.  Walaupun pada akhirnya penggemar tersebut mengakui bahwa tuduhan itu merupakan tuduhan palsu. Namun, Gofar Hilman sudah telanjur dikeluarkan dari Lawless Jakarta.

Lihat Sumber Artikel di HerStory Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan HerStory. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab HerStory.

Selanjutnya
Halaman

Populis Discover

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini