Apa itu Budaya Relativisme?

Apa itu Budaya Relativisme? Kredit Foto: Silkscreen poster by Thami Mnyele for Medu Art Ensemble, photo by Judy Seidman 2007

Relativisme budaya mengacu pada gagasan bahwa nilai, pengetahuan, dan perilaku orang harus dipahami dalam konteks budaya mereka sendiri. Ini adalah salah satu konsep paling mendasar dalam sosiologi , karena ia mengakui dan menegaskan hubungan antara struktur dan tren sosial yang lebih besar dan kehidupan sehari-hari setiap orang.

Asal dan Ikhtisar

Konsep relativisme budaya seperti yang kita kenal dan gunakan saat ini ditetapkan sebagai alat analisis oleh  antropolog Jerman-Amerika Franz Boas pada awal abad ke-20. 

Dalam konteks ilmu sosial awal, relativisme budaya menjadi alat penting untuk mendorong kembali etnosentrisme yang sering menodai penelitian pada waktu itu, yang sebagian besar dilakukan oleh orang kulit putih, kaya, Barat, dan sering berfokus pada orang kulit berwarna, pribumi asing. populasi, dan orang-orang dari kelas ekonomi yang lebih rendah dari peneliti.

Etnosentrisme adalah praktik melihat dan menilai budaya orang lain berdasarkan nilai dan keyakinannya sendiri. 

Dari sudut pandang ini, kita mungkin membingkai budaya lain sebagai aneh, eksotis, menarik, dan bahkan sebagai masalah yang harus dipecahkan. 

Sebaliknya, ketika kita menyadari bahwa banyak budaya di dunia memiliki keyakinan, nilai, dan praktik mereka sendiri yang telah berkembang dalam konteks sejarah, politik, sosial, material, dan ekologi tertentu dan masuk akal bahwa mereka akan berbeda dari kita sendiri. dan bahwa tidak ada yang benar atau salah atau baik atau buruk, maka kita menggunakan konsep relativisme budaya.

Selanjutnya
Halaman

Populis Discover

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini