Polda Metro Jaya Salah Identifikasi Tersangka Pengeroyokan Ade Armando Gegara Alat Ini, Kompolnas Ngomong Gini

Polda Metro Jaya Salah Identifikasi Tersangka Pengeroyokan Ade Armando Gegara Alat Ini, Kompolnas Ngomong Gini Kredit Foto: Taufik Idharudin

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti alat face recognition yang digunakan untuk mengidentifikasi terduga pelaku pengeroyokan dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando.

Akibat penggunaan alat itu, Abdul Manaf sempat dijadikan tersangka pengeroyokan.

Baca Juga: Dipolisikan Kuasa Hukum Ade Armando, Kader PAN Dukung Eddy Soeparno Bertindak

Belakangan, Polda Metro Jaya meralat status pria itu.

Merespons itu, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menilai Polda Metro Jaya telah melakukan kekeliruan.

“Diharapkan ke depan tidak terjadi lagi kekeliruan seperti ini,” kata Poengky saat dikonfirmasi pada Sabtu (23/4/2022) malam.

Lulusan hukum Universitas Airlangga itu mengakui face recognition memang alat baru dan canggih yang terhubung dengan data Dukcapil.

Namun, kata dia, polisi perlu membutukan bukti lain untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.

“Namanya alat bantu, perlu juga dicocokkan dengan bukti lain dan keterangan saksi,” ujar Poengky.

Baca Juga: Pedes Banget! Kena Sindir Wasekjen PAN, Muannas Disebut Hanya Cari Popularitas di Atas Penderitaan Ade Armando

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan jika Abdul Manaf tidak terlibat pengeroyokan pegiat media sosial Ade Armando saat demo mahasiswa di depan Gedung DPR Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022) sore.

Zulpan menyebut penyidik sempat mengidentifikasi keberadaan Abdul Manaf melalui sistem face recognition yang diketahui berada di Karawang, Jawa Barat.

Setelah dilakukan pencocokan, pemeriksaan awal ternyata Abdul Manaf tidak terlibat dalam pengeroyokan Ade Armando.

“Kami temukan keberadaanya di Karawang. Setelah kami lakukan pencocokan, ternyata Abdul Manaf itu tidak terlibat,” kata Endra Zulpan di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Lihat Sumber Artikel di Fajar Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Fajar.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover