Tersangka Mafia Minyak Goreng, Indrasari Wisnu Wardhana Ternyata Eh Ternyata.. Rangkap Jabatan, Andi Yuslim: Ditengah Jeritan Kesulitan...

Tersangka Mafia Minyak Goreng, Indrasari Wisnu Wardhana Ternyata Eh Ternyata.. Rangkap Jabatan, Andi Yuslim: Ditengah Jeritan Kesulitan... Kredit Foto: Fajar

Ketua Dewan Pembina Yayasan Gerak Bersama Indonesia, Andi Yuslim Patawari (AYP) angkat bicara setelah ditetapkannya tersangka Dirjen Perdagangan terkait kasus minyak goreng.

Dirinya mengaku prihatin dengan terungkapnya dugaan kasus korupsi itu. Terlebih saat ini masyarakat sedang kesulitan mendapatkan minyak goreng.

“Di tengah jeritan kesulitan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah yang bergantung pada minyak goreng sawit curah dan kemasan. Namun ada pejabat publik yang mengambil keuntungan untuk diri sendiri dan dan pihak lain karena penyalagunaan jabatan/wewenang,” kata Andi kepada wartawan di Jakarta.

“Kabar ditetapkannya tersangka Dirjen Kemendag oleh kejaksaan berarti sudah cukup alat bukti. Kita bersyukur karena kejaksaan agung masih menunjukkan perannya. Alhamdulillah terungkap mafia minyak goreng semoga bisa di usut dari hulu sampai hilir dan bisa membongkar aktor penting pemain dan mafia minyak goreng di Indonesia,” sambungnya.

Andi, selaku akademisi mengapresiasi Kejagung yang telah membongkar dan ditetapkannya tersangka dalam kasus minyak goreng ini minimal ini menjadi pelipur lara sementara.

Indrasari Wisnu Wardhana menjabat sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag sejak 20 Desember 2021. Selain menjabat sebagai Dirjen, ia juga menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti).

Wisnu juga menjabat sebagai Komisaris PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III serta masuk dalam jajaran Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Dirinya diangkat sebagai Komisaris PTPN III oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Menurut Andi, berdasarkan teori Kompetensi yang meliputi pengetahuan, keahlian dan integritas/moral dalam best practice manajemen modern saat ini, rangkap jabatan tersebut sangat tidak relevan dan berpotensi terjadi konflik kepentingan karena memberikan kewenangan kepada seseorang yang tidak profesional dan proporsional yang akan menimbulkan moral hazard dan penyalahgunaan wewenang.

Sementara banyak potensi Sumber Daya Manusia yang handal di Kementerian lain salah satunya di kementerian Pertanian kalau ada harus keterwakilan pemerintah di BUMN tersebut.

Semoga pilihan rangkap jabatan tersebut untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih baik, Menteri Perdagangan dan Menteri BUMN keduanya berlatar belakang pengusaha, cerdas, berakhlak dan matang di dalam organisasi.

Baca Juga: Viral! Kiai Tampar Banser, Ini Fakta Sebenarnya 'Kiai Enggak Dijaga, Gereja Dijaga'

Baca Juga: Masinton Sebut Mafia Minyak Goreng Sponsori Penundaan Pemilu, Ini Respons Kejagung, Tidak Akan...

Nama Indrasari Wisnu Wardhana telah beberapa kali disebut dalam sejumlah kasus korupsi. Seperti pada kasus suap pengurusan kuota dan izin bawang putih pada 2019 dan pada kasus dugaan suap kuota impor ikan di Perum Perindo pada tahun yang sama.

Lihat Sumber Artikel di Fajar Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Fajar.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover