Pasang Kuping Baik-baik, yang Ngomong Rocky Gerung: PDIP Sudah Jelas, PDIP Nggak Ingin Opung Luhut Ada di Kabinet Jokowi!

Pasang Kuping Baik-baik, yang Ngomong Rocky Gerung: PDIP  Sudah Jelas, PDIP Nggak Ingin Opung Luhut Ada di Kabinet Jokowi! Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung

Pengamat politik, Rocky Gerung, memberikan analisisnya soal kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelarangan ekspor minyak sawit mentah, atau Crude Palm Oil (CPO).

Hal itu disampaikannya melalui video yang diunggah dalam YouTube Rocky Gerung Official dengan judul: PDIP TENGAH CARI CARA SINGKIRKAN LUHUT DARI ISTANA?.

Rocky pun mengawali dengan menyebut adanya persoalan PDIP terkait kebijakan Presiden Jokowi tersebut. Terutama tentang terlibatnya beberapa orang dalam merampas hak rakyat dengan mengangkat isu tiga periode, yang sebelumnya dilontarkan oleh salah satu kader berlogo banteng tersebut.

Baca Juga: Jadi Buronan Penista Agama, Pendeta Saifuddin Masih Bebas Hina Islam Lewat YouTube, Total 614 Video yang Sudah Diunggah, Astaganaga!

“Jadi sekali lagi PDIP itu punya kepentingan, dan kepentingan PDIP itu sudah jelas, yaitu jangan ada pak Luhut di dalam kabinet,” kata Rocky Gerung, dikutip pada Senin (4/25/2022).

Lebih lanjut, Rocky menyebut itulah yang membuat Presiden Jokowi berpikir keras. Pasalnya, Jokowi sangat bergantung dengan Luhut Binsar Pandjaitan, dalam segala aspek.

“Bahkan sampai aspek pertahanan saya kira. Kalau aspek bisnis sudah pasti itu,” katanya.

Tetapi, kata Rocky, ia lebih melihat wajah Jokowi yang lebih tampak muram. Pasalnya, isu korupsi kembali lagi diangkat kepermukaan.

Bagi Rocky, itu mungkin mengingatkan lagi sang Presiden dengan kasus tuduhan KKN yang ditujukan kepada anak-anaknya.

“Tapi kalau isu KKN sudah masuk dalam ranah keluarga, itu artinya sudah rontok seluruh pertahanan moral Pak Jokowi,” pungkas Rocky Gerung

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan larangan ekspor minyak sawit mentah atau CPO dalam rapat bersama menterinya.

Diharapkan dengan larangan itu, harga minyak goreng dalam negeri dalam kembali stabil dan murah serta melimpah dalam pasokannya.

Baca Juga: Khalid Basalamah Suruh Jemaahnya Bilang Begini ke Umat Kristen dan Yahudi, Abdillah Toha Kesal: Ustadz Berbahaya, Ini Pembodohan Umat!

Dalam rapat saya putuskan melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng mulai Kamis 28 april 2022 sampai batas waktu yang ditentukan,” katanya Jumat (22/4/2022).

Lihat Sumber Artikel di Fajar Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Fajar.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover