Apa Kabar Golkar di Pilpres 2024? Dua Kadernya Jadi Tersangka KPK, Lho, Barengan Pula

Apa Kabar Golkar di Pilpres 2024? Dua Kadernya Jadi Tersangka KPK, Lho, Barengan Pula Kredit Foto: Reno Esnir

Partai Golongan Karya (Golkar) belakangan ini cukup menjadi sorotan belakangan ini. Pasalnya, dua orang elitnya, yakni anggota DPR Alex Noerdin dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

Sosok yang pertama, Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka KPK pada Kamis (16/9/2021). Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPE) di Sumatera Selatan. Ia ditahan bersama mantan Komisaris PDPE, Muddai Madang.

"Penyidik meningkatkan status AN (Alex Noerdin) sebagai tersangka," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (16/9/2021).

Banyak yang mengaku prihatin atas ditahannya mantan Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2018 tersebut atas kasus yang menjeratnya, salah satunya adalah Gubernur Sumatera Selatan saat ini yang merupakan suksesornya, Herman Deru. Ia mengaku turut prihatin atas seniornya tersebut.

"Saya prihatin. Secara pribadi tidak ada masalah dengan pak Alex," ujarnya pada Kamis (16/9/2021).

Ia juga menganggap hal ini sebagai musibah atau ujian yang diterima Alex dan mendoakannya agar bisa kuat dan tabah menghadapi ujian tersebut.

"Yang jelas sebagai adik, saya mendoakan agar beliau kuat, tabah menghadapi kondisi ini, memberikan keterangan yang selugas-lugasnya. Mudah-mudahan beliau bisa lepas dari jerat hukum," ungkapnya.

Sialnya Alex, layaknya sudah jatuh dari tangga, tertimpa tangga pula. Belum ada satu minggu, Alex langsung kembali menjadi tersangka untuk kedua kalinya. Kali ini, ia menjadi tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya pada Rabu (22/9/2021).

Dalam kasus tersebut, penyidik KPK menemukan bahwa pencairan dana hibah sebesar Rp 130 miliar tersebut tak sesuai prosedur. Adapun Alex yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur bertanggung jawab atas pencairan dana tersebut. Pencairan dana tersebut dicairkan dengan dua termin, yang pertama Rp 50 miliar pada 2015, dan Rp 80 miliar pada 2017, sumbernya dari dana APBD sumsel.

Berdasarkan keterangan penyidik, Alex sendiri diduga kecipratan uang hibah sebesar Rp 2,4 miliar. Pada kasus ini, Leonard Eben Ezer juga menyebutkan bahwa kasus tersebut merugikan negara hingga Rp 426,4 miliar. Selain itu, masjid tersebut juga tak selesai dibangun.

"Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang tersebut juga tidak selesai, akibat dari penyimpangan," kata Leonard pada Rabu (22/9/2021).

Sementara itu, Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap pada penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Kasus tersebut juga melibatkan mantan pegawai KPK, Stepanus Robin Pattuju yang sudah terdakwa lebih dulu.

Baca Juga: Dari Motor Matic Hingga Tanah di Jaksel, Ini Kekayaan Azis Syamsuddin, Politisi Golkar yang Jadi Tersangka KPK

Pada sidang perdananya, Rabu (15/9/2021), nama Azis muncul dalam surat dakwaan Robin. Dalam surat itu, disebutkan Azis bersama Ketua Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar Aliza Gunado diduga menyuap Robin sebesar Rp 3 miliar dan USD 36 ribu. Motifnya diduga dalam rangka pengurusan kasus korupsi di Lampung Tengah.

Adapun kini, kabarnya Azis mengirim surat kepada KPK dan meminta untuk menunda jadwal pemeriksaan dirinya dengan alasan sedang melakukan isolasi mandiri (isoman). Ia tak menyebutkan kepastian apakah dirinya positif terpapar virus Covid-19 atau tidak, ia hanya mengaku kontak langsung dengan orang yang terpapar virus corona.

"Hal ini saya lakukan untuk memenuhi anjuran pemerintah untuk melakukan isoman jika berinteraksi dengan orang yang dinyatakan positif covid-19," tulisnya pada surat tersebut. Ia juga meminta agar pemeriksaannya dijadwalkan kembali pada 4 Oktober mendatang.

Menanggapi hal tersebut, pihak Golkar masih belum memutuskan langkah apapun terhadap Azis. Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Supriansa sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti status koleganya tersebut. Ia mengaku belum melihat surat perintah penyidikan (sprindik) dari KPK terkait status Azis. Supriansa mengaku ia dan rekan-rekan di Golkar hanya mendoakan yang terbaik untuk Azis.

"Yang pasti, kami di Golkar selalu mendoakan yang terbaik buat Pak AS (Azis Syamsuddin)," ujarnya pada Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Orang Golkar Ngaku Nggak Tahu Azis Syamsuddin Jadi Tersangka KPK: Kami Mendoakan yang Terbaik

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir justru menekankan bahwa Partai Golkar sebagai partai politik yang menaungi Azis tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah atasnya.

"Jadi sekali lagi begini, kita masyarakat yang taat hukum, kita menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah," jelas Adies pada Selasa (14/9/2021).

Adapun Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto sejak mencuatnya kasus tindak pidana korupsi Azis belum memberikan respons apapun terkait rekan satu partainya tersebut. Hal ini sempat disoroti oleh Direktur Rumah Tangga Politik Indonesia Fernando EMaS. Menurutnya, ia ragu dengan kepemimpinan Airlangga lantaran dianggap kurang tegas.

"Ini berdasarkan kemampuan Airlangga dalam mengambil keputusan atas persoalan Azis Syamsuddin," katanya pada Jumat (17/9/2021).

Padahal, menurut Fernando, kasus suap perkara Robin sudah menyebutkan nama Azis Syamsuddin sebagai salah satu yang terkait. Ia menyayangkan Airlangga malah belum mengambil tindakan atas salah satu Waketum DPP Golkar tersebut.

"Apakah Airlangga Hartanto dalam bayang-bayang Azis sehingga tidak berdaya mengambil tindakan?" pungkasnya.

Lebih lanjut, Ia menyebut Airlangga sebagai orang nomor satu di Golkar seharusnya sudah mengambil keputusan atas persoalan Azis dan lebih mementingkan melindungi partai dari sanksi masyarakat pada Pilpres 2024 nanti apabila Airlangga memang memiliki kepemimpinan yang kuat.

"Daripada melindungi kader partai yang bermasalah dengan kasus KPK," imbuhnya.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini