Serang Balik Para Pengkritiknya, PSI Tak Hilang Taji

Serang Balik Para Pengkritiknya, PSI Tak Hilang Taji Kredit Foto: Andreas Fitri Atmoko

Seperti diketahui, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belakangan tengah menjadi bulan-bulanan berbagai pihak. Penyebabnya tak lain adalah video yang diunggah oleh PSI yang menampilkan Plt Ketua Umum PSI, Giring Ganesha atau Giring Nidji. Adapun video tersebut menampilkan Giring yang tengah menyinggung kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan menyebutnya sebagai pembohong.

Baca Juga: Sebut Anies Baswedan Pembohong, Giring Nidji Panen Kritik Netizen

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Gubernur Anies di tengah pandemi dan penderitaan rakyat. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat, sebagai bahan saat pemilihan presiden 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," begitulah kurang lebih apa yang dikatakan Giring dalam video yang terbit di psi.id, Selasa (21/9/2021) tersebut.

Selain menyinggung perihal pembentukan persona Anies di hadapan media yang selalu tampak peduli dengan penderitaan rakyat, Giring juga mengimbau publik agar menguji kepura-puraan Anies dengan menilik bagaimana sang Gubernur membelanjakan uang rakyat semasa pandemi.

"APBD Jakarta yang begitu besar dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadi untuk maju sebagai calon presiden 2024. Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balap mobil Formula E dan menggunakan Rp 1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna itu," sambungnya.

Diunggahnya video ini tak hanya memberikan dampak yang besar bagi Giring, namun juga bagi PSI. Banyak sekali masyarakat dari berbagai kalangan mulai dari netizen hingga para tokoh politik melancarkan kritik pedas atas Giring dan PSI. Lebih jauh, banyak pula yang melancarkan makian terhadap pribadi Giring maupun eksistensi PSI. 

Baca Juga: Giring yang Dulu Bukanlah yang Sekarang, Dulu Disayang Sekarang Dikritik Habis

Alih-alih kapok dan gentar atas serangan-serangan itu, PSI justru tak luntur tajinya. Mereka malah semakin bersemangat untuk mempertahankan pendirian mereka. Salah satu yang turut bersuara terkait kritikan pedas banyak pihak atas Giring dan PSI keluar dari mulut Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat PSI, Ariyo Bimmo.

Menurut Ariyo, kebencian yang dilontarkan terhadap kritik Giring tersebut justru menampilkan wajah asli para pengkritik. Ia juga menyebut apa yang dilakukan Giring maupun sikap kritis PSI di DPRD DKI Jakarta adalah wujud keberpihakan kepada warga Ibu Kota.

"Mengumbar kebencian terhadap kritik Giring itu menampilkan wajah mereka yang sebenarnya. Sangat beralasan bagi pihak yang mendukung Anies bereaksi terhadap pernyataan Giring," ungkapnya pada Rabu (22/9/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa kritik tajam PSI atas Anies tersebut semata agar terjadi transparansi penggunaan uang rakyat terkait rencana pengadaan balapan Formula E.

"Yang dilakukan Giring konsisten dengan sikap PSI dalam interpelasi Formula E. Banyak kebijakan yang harusnya bisa dijelaskan secara transparan, namun tidak dilakukan," sambungnya.

Selain itu, Ariyo juga turut menanggapi ocehan Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Abdul Azis yang menyebut pernyataan Giring tersebut bisa dipidanakan karena menyebut Gubernur Anies sebagai pembohong.

"Oh iya (berpotensi pidana), itu pencemaran nama baik kalau memang dilaporkan ya. Saya kira kalau mau diseriusin sama Gubernur, nanti jadi kasus hukum. Saya kira Gubernur cukup bijak menangani hal-hal begini," ujar Azis pada keterangannya, Kamis (23/9).

Ariyo pun merespons dengan menyebut alasan Aziz tidaklah tepat. Ia menilai bahwa Aziz tak begitu mengerti hukum pidana.

"Komentar Anggota F-PKS Abdul Azis mencerminkan ketidakmengertian yang bersangkutan terhadap hukum pidana di Indonesia. Sangat wajar, karena yang bersangkutan bukan sarjana hukum, namun berlebihan sebagai pejabat publik yang semestinya memberikan pendidikan hukum yang baik kepada masyarakat," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (23/9/2021).

Ariyo juga menjelaskan bahwa hukum pidana sangat ketat, misalnya dalam Pasal 1 KUHP menegaskan bahwa perbuatan dapat dikategorikan pidana melainkan atas kekuatan ketentuan pidana dalam perundang-undangan yang telah ada sebelum perbuatan itu terjadi.

"Kalau bukan perbuatan pidana tapi disebut sebagai perbuatan pidana, itu adalah kriminalisasi," jelas Ariyo.

Baca Juga: PSI Benar-Benar Yah! Partai yang Belain Anies Aja Disikat Habis, Dengar Yah! Itu Kriminalisasi

Selain itu, Juru Bicara PSI yang lain, William Aditya, turut membela Giring atas kritiknya terhadap Anies. Menurutnya, Gubernur Anies memang tidak konsisten dalam memberikan pernyataan dan melakukan tindakan.

"Beliau (Anies Baswedan) mengatakan bahwa, peduli dengan pandemi, tetapi ada anggaran yang dialokasi untuk Formula E yang hampir Rp 1 triliun," katanya pada Rabu (22/9/2021). Ia juga menilai bahwa anggaran untuk pelaksanaan Formula E bisa saja bertambah. Sebab balapan tersebut akan diselenggarakan setiap tahun.

"Jadi, kami melihat di situ ada inkonsistensi Gubernur Anies Baswedan," pungkasnya.

Baca Juga: Giring Terpojok Sana Sini, PSI Beri Penjelasan Nih...

Adapun PSI tetap tak merubah sikapnya untuk tetap melancarkan kritik terhadap Anies. Mereka bahkan terus mengkritisi permasalahan-permasalahan kepemimpinan Gubernur Anies yang lain. William juga menyinggung terkait polemik Rumah DP nol persen yang menjadi program andalan Anies saat masa kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

"Beberapa janji beliau (Anies Baswedan) yang jauh dari target, misalnya soal rumah dp nol persen itu di bawah satu persen targetnya," ujar William.

Selain itu, ia juga menilai bahwa ada kemunduran terkait transparansi anggaran selama empat tahun Anies menjabat sebagai Gubernur DKI.

"Sekarang itu sulit kami melihat anggaran sampai ke level komponen," lanjutnya.

Meski begitu, ia tetap mendorong Anies untuk menuntaskan janji politiknya di sisa masa jabatannya yang tak sampai setahun lagi. Namun, ia juga menyatakan pihaknya tetap realistis jikalau tidak semua janji kampanye Anies akan terpenuhi.

"Kami juga harus realistis, beliau, kan, tinggal setahun lagi bahkan kurang (masa jabatan), hingga sepertinya sudah tidak mungkin lagi menyelesaikan janji-janjinya," tutup William.

Baca Juga: 4 Tahun Anies Baswedan Jadi Gubernur, Catatan Anak Buah Giring: Kemunduran...

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini