Airlangga Hartarto Sebut Ekspor CPO Tetap Diizinkan, Mulyanto: Memalukan, Belum Juga Dilaksanakan Sudah...

Airlangga Hartarto Sebut Ekspor CPO Tetap Diizinkan, Mulyanto: Memalukan, Belum Juga Dilaksanakan Sudah... Kredit Foto: Dhemas Reviyanto

Menurut Mulyanto, kebijakan Pemerintah terkait larangan ekspor migor yang terkesan bombastis ini hanyalah gertak sambal saja. Bukan kebijakan yang prudent berbasis riset. Sehingga tertangkap sebagai kebijakan yang sekedar “tebar pesona”, yang tidak sungguh-sungguh untuk membangun tata niaga migor yang berpihak kepada rakyat.

Mulyanto minta Pemerintahan Jokowi berhenti bermain-main dengan kebijakan seperti ini. Berdayakan para ahli dan lembaga riset yang ada untuk merumuskan kebijakan yang seksama berbasis riset yang handal (research based policy).

“Sudah selayaknya ke depan, tata niaga migor ini tidak dilepas pada mekanisme pasar murni. Tetapi dikembalikan pada semangat konstitusi, yang menghajatkan peran negara. Negara harus hadir untuk menata niaga migor, sehingga pengaturannya betul-betul memihak rakyat, bukan membela investor dan para konglomerat.

Dalam semangat ini, maka migor harus dianggap sebagai barang kebutuhan pokok yang penting dan strategis bagi masyarakat. Artinya ada “penguasaan negara” di dalamnya. Dengan kata lain negara hadir dalam aspek kebijakan, pengaturan, pengawasan, pengurusan maupun pengelolaan migor,” ungkap politisi PKS ini.

Baca Juga: Nyinyirin Soal Formula E Melulu, Jokowi Datang Langsung Mingkem? Anak Buah Giring Ganesha Bilang Ini...

Untuk diketahui sebelumnya dilaporkan telah dilaksanakan rapat koordinasi terbatas pada hari Minggu (24/4) tentang rencana larangan ekspor minyak goreng yang dihadiri Menko Ekonomi Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, hingga Dirut Perum Bulog Budi Waseso. 

Lihat Sumber Artikel di Fajar Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Fajar.

Tampilkan Semua
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover