Apa Itu Konstruksionisme Sosial?

Apa Itu Konstruksionisme Sosial? Kredit Foto: Raisan Al Farisi

Konstruksionisme sosial adalah teori bahwa orang mengembangkan pengetahuan tentang dunia dalam konteks sosial, dan banyak dari apa yang kita anggap sebagai realitas bergantung pada asumsi bersama. 

Dari perspektif konstruksionis sosial, banyak hal yang kita anggap remeh dan diyakini sebagai realitas objektif sebenarnya dikonstruksi secara sosial, dan dengan demikian, dapat berubah seiring perubahan masyarakat.

Baca Juga: Apa Itu Sosialisme Pasar?

Teori konstruksionisme sosial menyatakan bahwa makna dan pengetahuan diciptakan secara sosial.

Konstruksionis sosial percaya bahwa hal-hal yang umumnya dipandang sebagai hal yang wajar atau normal dalam masyarakat, seperti pemahaman tentang gender, ras, kelas, dan disabilitas, dikonstruksi secara sosial, dan akibatnya bukan merupakan cerminan akurat dari kenyataan.

Konstruksi sosial sering dibuat dalam institusi dan budaya tertentu dan menjadi menonjol dalam periode sejarah tertentu. Ketergantungan konstruksi sosial terhadap kondisi sejarah, politik, dan ekonomi dapat menyebabkan mereka berkembang dan berubah.

Asal usul

Teori konstruksionisme sosial diperkenalkan dalam buku 1966 The Social Construction of Reality , oleh sosiolog Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Ide Berger dan Luckman diilhami oleh sejumlah pemikir, termasuk Karl Marx , Emile Durkheim , dan George Herbert Mead . Secara khusus, teori interaksionisme simbolik Mead , yang menyatakan bahwa interaksi sosial bertanggung jawab atas konstruksi identitas, sangat berpengaruh.

Selanjutnya
Halaman

Populis Discover

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini