Apa Itu Child-Free? Penyebab Angka Kelahiran di Indonesia akan Menurun?

Apa Itu Child-Free? Penyebab Angka Kelahiran di Indonesia akan Menurun? Kredit Foto: Unsplash/Peter Oslanec

Belum lama ini, pembahasan mengenai child-free ramai diperbincangkan di media sosial. Hal tersebut bermula saat pernyataan dari influencer Gita Savitri dan suaminya yang memutuskan tidak ingin memiliki anak.

Baca Juga: Apa Itu Patriarki?

Sontak pernyataan tersebut membuat heboh warganet sehingga menimbulkan pro dan kontra. Sebagian beranggapan bahwa tujuan dari pernikahan adalah untuk meneruskan keturunan dan menganggap anak adalah pembawa rezeki. Sedangkan, sisanya beranggapan bahwa keputusan untuk child-free merupakan hal yang tepat mengingat dunia ini sudah terlalu padat.

Apa Itu Child-Free?

Child-free adalah sebuah keputusan yang dilakukan pasangan maupun individu untuk tidak memiliki anak. Keputusan tersebut dilandasi oleh berbagai macam faktor, seperti faktor ekonomi, fisik, mental, dan sebagainya.

Orang yang menerapkan child-free karena faktor ekonomi biasanya sudah pernah merasakan hidup yang cukup kekurangan sehingga orang tersebut enggan memiliki anak karena takut akan mengalami hal yang sama. Selain itu, biaya hidup yang makin mahal, seperti pendidikan, kesehatan, dan bahan pangan akan menjadi pertimbangan orang untuk memiliki anak. Dalam kata lain, memiliki anak butuh biaya yang besar.

Di Indonesia, child-free masih dianggap sebagai hal yang tabu. Jangankan untuk memutusakan child-free, tidak memiliki anak saat sudah menikah pun memiliki pandangan yang jelek oleh masyarakat Indonesia. Anggapan banyak anak banyak rezeki masih bertahan di Indonesia.

Walaupun demikian, di tahun 2023, diprediksi angka kelahiran anak di Indonesia akan menurun. Dilansir dari laman kemenpppa.go.id "Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak baru baru ini bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik, merilis riset mengenai Jumlah dan Tren Penduduk umur 0-17 tahun. 32,24% atau 83,4 juta jiwa penduduk Indonesia pada tahun 2016 adalah anak-anak. Kondisi ini masih menjadi bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Diprediksikan proporsi anak di Indonesia pada beberapa kurun waktu ke depan tidak akan mengalami perubahan signifikan. Ini artinya hampir satu diantara tiga penduduk Indonesia adalah anak-anak. Data Hasil Proyeksi Penduduk Indonesia secara umum pada tahun 2016 hingga tahun 2022 akan mengalami peningkatan sedangkan pada tahun 2023 mulai menurun yang pada tahun 2022 berjumlah 84.323.000 menjadi 84.032.000."

Hal tersebut sejalan dengan adanya istilah child-free di kalangan Generasi Milenial dan Generasi Z yang memiliki pola pikir lebih matang akan persiapan dalam mempunyai anak nantinya.

Generasi saat ini cenderung memikirkan banyak hal, karena untuk menjadi orang tua tidak hanya memerlukan kesiapan fisik dan materi, melainkan kesiapan mental. 

Populis Discover

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini