Dzurriyah yang memiliki keturunan Nabi Muhammad SAW Habib Zein Assegaf atau Zein Kribo pasang badan membela rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof Budi Santosa Purwokartiko yang belakangan ini ramai dikecam berbagai kalangan lantaran diduga melontarkan ujaran kebencian yang menyinggung Suku, agama, ras dan antargolongan (Sara) dengan menyebut mahasiswi berhijab adalah manusia gurun.
Menurut Habib Kribo, sebetulnya tidak ada yang salah dari pernyataan Budi, sebab dalam pernyataannya dia tak terang - terangan menyebut hijab, dia hanya bilang ‘penutup kepala’ yang oleh kelompok tertentu kalimat itu dipersonifikasi menjad hijab.
Menurut Habib Kribo kelompok yang ngotot memprotes pernyataan Budi sampai meminta dirinya segera dipecat dari jabatan rektor adalah mereka yang sedang mabuk agama, sehingga apapun yang menyerempet masalah Islam dianggap bermasalah dan harus disanksi tegas.
“Bagi saya agama itu sederhana. Soal kebajikan. Tapi saya perhatikan terakhir ini kaya ada mabok agama”kata Zein Assegaf dikutip dari program Catatan Demokrasi di YouTube TVone, Rabu (11/5/2022).
Habib Kribo melanjutakan, inti dari pernyataan Budi yang kemudian berpolemik itu adalah meminta mahasiswanya untuk tidak terlibat terlalu jauh dalam berbagai kegiatan di luar kampus yang sebenarnya tidak punya nilai tambah dalam mendongkrak pengetahuan mereka. Tujuan dari pernyataan itu lanjut Habib Kribo agar mahasiswa ITK lebih giat belajar agar dapat besaing.
“Begini ajalah, agama itu cukup salat lima waktu saja. Seorang mahasiswa itu gak perlu terlalu konsen nanti ikut aktivitas ini. Ikutilah aktivitas di kampus yang menambah wawasan pendidikannya. Yang saya perhatikan rektor ini mengingatkan bahwa yang sukses ini mereka mereka yang gak berkerudung” katanya.
Lebih lanjut, Habib Kribo mengatakan,seharusnya apa yang disampaikan Budi diapresiasi karena itu adalah pemikiran yang baik, bukan sebalinya malah dituding menista agama atau melecehkan wanita berhijab.
“Ini kan dalam pemikiran. Kenapa sih pemikiran kita nggak bisa menuduh orang segala-galanya. Dan perhatikan ucapan rektor ini ngga ada masalah. Dia ingin membangkitkan seorang mahasiswa bahwa kalau kuliah itu fokus di bidangnya. Belajar. Jadi profesor juga mengatakan orang yang suka demo. Jadi bukan hanya kerudung,” tukasnya.