Kata Mereka yang Tak Setuju Atas Kelahiran FPI Baru

Kata Mereka yang Tak Setuju Atas Kelahiran FPI Baru Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Baru-baru ini, nama Front Pembela Islam (FPI) kembali mencuat karena beredarnya sejumlah kabar pembentukan FPI versi baru. Seperti diketahui, FPI sebelumnya telah dibubarkan oleh pemerintah pada Desember 2020 lalu, seiringan dengan ditahannya Imam Besar mereka, yakni Muhammad Rizieq Shihab.

Adapun FPI versi terbaru tersebut disebut dibentuk dengan sedikit perubahan nama, yakni Front Persaudaraan Islam (FPI). Selain itu, mereka juga meluncurkan sebuah logo baru yang tak jauh berbeda dengan FPI sebelumnya. Adapun secara struktur, Ketua Umum telah mereka pilih, yakni mantan Imam Besar FPI Banten Ahmad Qurthubi Jaelani. Hal ini dikonfirmasi oleh Wasekjen PA 212 yang juga anggota FPI lama Novel Bamukmin. 

"Benar. Selamat dan sukses kepada KH Buya Qurthubi Jaelani, semoga bisa menjalankan amanat perjuangan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pimpinan Ponpes di Banten Didapuk Jadi Ketum New FPI, Novel Klaim Dia Ulama Kharismatik

Lebih lanjut, informasi terkait FPI baru ini juga sempat dijelaskan oleh Tim Advokat FPI Azis Yanuar. Menurutnya, FPI baru tersebut telah lahir sejak 1 Januari 2021 dan telah dideklarasikan di Petamburan, Jakarta. Ia juga menyebut bahwa deklarasi telah dilakukan di sejumlah wilayah lainnya.

"New FPI sudah dideklarasikan di Jakarta, tepatnya di Petamburan, pada 1 Januari 2021. Saat ini kami sudah dideklarasikan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa timur, termasuk juga di Banten. Dan insya Allah kepengurusan ini akan terus menyebar ke seluruh Indonesia," ungkapnya.

Adapun dalam visi serta misinya, Azis menyebut New FPI sudah menyiapkan sejumlah program-program sebagai sarana perjuangan. Ia menuturkan sudah ada tiga poin program unggulan dari New FPI.

"Pertama deliberalisasi, yakni menjaga Islam dari rongrongan ideologi liberal, maksudnya sesuatu yang menyerang Islam dan Pancasila serta melahirkan bahaya Atheis dan Komunis, serta Kapitalis. Selanjutnya deradikalisasi, yakni menjaga Islam dan Pancasila dari rongrongan ideologi radikal. Dan yang terakhir, adalah Aswajaisasi, yakni menyebarluaskan ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah yang menebar Rahmatan Lil' Alamin melalui Dakwah dan Hisbah serta Jihad Konstitusional," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa New FPI merupakan sebuah organsisasi yang berbeda dengan FPI terdahulu.

"FPI ini tidak ada korelasi secara langsung dengan FPI (terdahulu). Maksud saya adalah bahwa ini adalah suatu hal yang berbeda," tegasnya.

Baca Juga: Tak Disangka-sangka Bos, Program FPI Baru Ternyata Oh Ternyata, Ada Soal Jihad..

Sementara itu, baru-baru ini muncul lagi organisasi baru yang terindikasi sebagai Neo-FPI juga, yakni dikenal dengan sebutan Perisai Bangsa. Serupa dengan Front Persaudaraan Islam, Perisai Bangsa juga dibentuk oleh mantan pengurus FPI terdahulu.

Adapun Perisai Bangsa dideklarasikan berdiri di Surabaya oleh Habib Umar Al Athos yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi FPI Surabaya, bersama dengan Gus Din Nawawi, mantan Wali Laskar FPI Surabaya pada Sabtu (25/9/2021). Keduanya kini menjabat sebagai Ketua dan Sekretaris Perisai Bangsa.

Habib Umar sebagai Ketua sendiri mengatakan alasannya tidak bergabung dengan Front Persaudaraan Islam. Ia memilih untuk mendirikan ormas yang murni baru.

"Kami tidak tertarik bergabung dengan FPI gaya baru yang didirikan rekan-rekan kami. Kami mendirikan ormas sendiri, Perisai Bangsa, yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945," katanya.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa Perisai Bangsa tak hanya merekrut anggota yang merupakan pengikut maupun simpatisan FPI, melainkan turut merangkul dari berbagai elemen masyarakat lainnya.

"Turut bergabung dengan Perisai Bangsa, ada teman-teman dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al Irsyad, dan ormas nasionalis lainnya," ujarnya.

Adapun terkait eksistensi Perisai Bangsa, pihak Front Persaudaraan Islam mengaku baru mendengar informasi tersebut. Azis Yanuar sendiri mengaku kurang mengetahui sosok Habib Umar.

"Baru dengar juga. Kemarin, sih, pernah dengar kabar-kabar saja, belum tahu informasinya. Saya gak tahu persis (kiprah Habib Umar). Bukan berarti dia bukan orang FPI, saya mungkin lupa, gak tahulah. Saya tahu FPI ada di Surabaya," pungkas Azis pada Minggu (26/9/2021).

Azis pun menyatakan bahwa dirinya tak keberatan dengan kiprah Perisai bangsa dan tak memaksa mereka untuk bergabung dengan FPI baru besutan pihaknya. Menurutnya, sepanjang Habib Umar tidak berkomentar buruk perihal FPI, tak akan jadi persoalan.

"Jadi, dia mau ikut, monggo, tidak mau ikut juga gak apa-apa. Kami tidak ada urusan seperti itu. Sepanjang dia tidak berkomentar tendensius, kami gak mau menanggapi. Hak mereka, kan, dilindungi undang-undang berorganisasi itu," jelasnya.

Baca Juga: Loyalis Rizieq Shihab Bikin Ormas Lagi, Ferdinand Endus Indikasi Perpecahan di FPI

Keberadaan FPI-FPI baru tersebut turut memancing sejumlah komentar dari beberapa pihak. Beberapa menilai bahwa kemunculan ormas-ormas tersebut hanyalah bentuk 'ganti kulit' saja dari FPI terdahulu yang pada hakikatnya tak ada bedanya.

Hal ini menarik Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahean untuk berkomentar. Ia merasa curiga atas manuver tiba-tiba ormas Perisai Bangsa yang mengaku didasari Pancasila dan UUD 1945.

"Bagi saya agak janggal, mengapa mereka tiba-tiba bisa berubah haluan dan berubah pemahaman dengan FPI yang pernah menjadi tempat mereka bernaung," ujarnya seperti dikutip dari JPNN.com, Senin (27/9/2021).

Ia bahkan mengira apakah terjadi perpecahan di dalam tubuh FPI sehingga ada yang berubah ideologi, ataukan ormas tersebut hanyala kamuflase semata untuk menutupi gerakan sesungguhnya.

"Ataukah memang telah terjadi perpecahan di tubuh FPI? Saya belum tahu dan masih haru mencari informasi," kata eks-Partai Demokrat tersebut.

Kabar yang terbaru juga menyebutkan bahwa Perisai Bangsa baru saja merencanakan agenda pertama mereka, yakni menggelar nonton bersama film G30S/PKI yang dikenal kontroversial dengan kebenaran sejarah di dalamnya,

"Saya curiga dengan ormas ini, belum layak dipercaya dengan apa yang mereka sampaikan yang katanya mau merangkul semua," ungkapnya.

Lebih jauh, dia berharap agar ormas ini benar-benar menempatkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan pembentukannya. Ia juga mengimbau pemerintah agar tak bertindak terburu-buru terhadap organsasi yang baru lahir itu.

"Pemerintah tidak perlu buru-buru merangkul, diamati dan dicermati. Jangan sampai merangkul yang salah," tandasnya.

Baca Juga: Bekas Orang FPI Bikin Ormas Baru, Agenda Perdananya Nggak Main-main, Hmm, Mencurigakan

Sementara itu, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli justru menyebut kehadiran para FPI baru ini tak ada bedanya dengan FPI lama. Hal ini dikarenakan FPI baru tersebut diisi oleh orang-orang lama dan atas izin Imam Besar mereka Rizieq Shihab. Ia bahkan menilai keberadaan FPI baru lebih berbahaya dibanding FPI lama.

"Tidak ada perbedaan antara FPI lama dan baru. Kalau menurut saya FPI baru ini lebih berbahaya, karena tujuannya untuk menipu, pembohongan publik, seolah-olah ada organisasi baru, padahal sama," ungkapnya dalam kanal Cokro TV di Youtube, Senin (27/9/2021).

Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga anggota NU tersebut juga meyakini bahwa FPI baru tersebut muncul untuk kepentingan Pilpres 2024 mendatang.

"Saya melihat FPI Reborn ini ada yang mendukung atau memberikan dukungan. Intinya bertujuan untuk politik 2024," ungkapnya. 

Lebih lanjut ia juga menduga FPI baru hadir untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai Capres pada 2024 nanti. Ia menilai FPI akan kembali memainkan isu agama seperti yang sudah dilakukan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

"Irisan ini sangat kuat. Bahwa FPI Reborn ini terkait dengan pesanan politik yang pada akhirnya akan kembali 2024 politik identitas semakin menguat dengan siapa yang kau order FPI Reborn ini," terangnya.

Baca Juga: Rencananya Ditelanjangi Orang NU, Anies Baswedan Bakal Mainkan Isu Agama Pakai FPI Baru..

Aktivis Media Sosial Denny Siregar juga turut berkomentar terkait kehadiran FPI baru ini. Menurutnya FPI baru hanyalah 'berganti kulit' dengan berubah nama menjadi Front Persaudaraan Islam.

"Sekarang FPI berubah nama jadi Front Persaudaraan Islam.. Cieeee.. Ganti kulit ni yeee..," tulisnya dalam akun Twitter-nya seperti dikutip pada Senin (27/9/2021).

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini