Koalisi Indonesia Bersatu Diprediksi Bakal Bubar di Tengah Jalan, PAN Langsung Sesumbar, Tinggi Betul Omongannya!

Koalisi Indonesia Bersatu Diprediksi Bakal Bubar di Tengah Jalan, PAN Langsung Sesumbar, Tinggi Betul Omongannya! Kredit Foto: Twitter/Eddy Soeparno

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengungkapkan tujuan dibentuknya Koalisi Indonesia Bersatu yang berisi tiga partai yakni PAN, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar. Ia mengklaim jika koalisi tersebut tidak memiliki tujuan yang sifatnya pragmatis jangka pendek.

Eddy juga sesumbar akan mematahkan asumsi yang menyebut jika koalisi tersebut akan layu sebelum berkembang alias bubar di tengah jalan. Dia mengaku ketiga parpol ini bakal terus berjalan beriringan sampai gelaran Pemilu 2024 mendatang. 

Baca Juga: Pose Anies Baswedan Pakai Koteka Berpolemik, Ruhut Sitompul Mainnya Terlalu Receh, Masyarakat Jadi Dicekoki Isu SARA dan Diadu Domba

"Kita lakukan koalisi ini kembali lagi tidak ada tujuannya yang sifatnya pragmatis jangka pendek. Ini tujuannya dalam rangka untuk pendidikan politik masyarakat kedepannya untuk penguatan institusionalisi partai kedepannya sehingga kita harus melakukan hal ini secara baik dan tuntas," katanya diskusi kasak kusuk koalisi partai dan capres 2024, Sabtu (14/5).

"Kalau ada yang mengatakan koalisi akan layu sebelum berkembang, maka kita akan buktikan sebaliknya," sambung pria yang juga berkasus dengan Ade Armando ini.

Eddy memastikan bahwa pertemuan beberapa saat lalu tidak diinisiasi oleh pihak tertentu, terlebih orang di lingkaran Istana. Ia mengklaim partai-partai tersebut independen dan sudah dipersiapkan di internal masing-masing partai.

"Saya pastikan setiap partai dengan independensi masing-masing, tidak ada arah mengharahkan. Sudah dibahas di internal untuk menjelaskan ke publik bahwa koalisi sudah terjalin. Nggak ada inisiatornya," tuturnya. 

Ke Depan, koalisi membentuk tim perumus dan tim pekerja untuk merumuskan isu besar yang harus diatasi bersama, untuk mengawal pemerintahan sekarang sampai 2024, serta apa yang akan mereka lakukan dalam menyambut tahun demokrasi 2024.

"Tidak melulu koalisi untuk perhelatan Pilpres 2024, kita bisa hadirkan kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat. Ada hal-hal urgen yang menjadi masalah masyarakat saat ini seperti harga BBM, utang lebih tinggi, minyak goreng langka. ini juga dipikirkan," paparnya.

Baca Juga: Bergidik! Jangankan Dijebloskan ke Penjara, Rakyat Papua Rela Mati Kalau Kesakralan Adatnya Diolok-olok, Nah Loh Ruhut Sitompul Siap-siap ya

"Kita tidak menafikan tahun politik 2024, tapi ada masalah di depan mata yang harus diselesaikan dengan baik. Maka ini jadi bagian yang menjadi perhatian serius," pungkasnya.

Populis Discover

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini