Duh... Turunnya Tingkat Kepuasan Jokowi Dinilai Cermin Kekecewaan Ibu-Ibu

Duh... Turunnya Tingkat Kepuasan Jokowi Dinilai Cermin Kekecewaan Ibu-Ibu Kredit Foto: Biro Pers dan Media Setpres

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis tingkat kepuasan terhadap Presiden Joko Widodo turun menjadi 58,1 persen dalam survei 5-10 Mei 2022 yang merupakan angka kepuasan terendah selama enam tahun terakhir.

Turunnya tingkat kepuasan publik ini utamanya dipengaruhi mahalnya harga-harga kebutuhan pokok terutama minyak goreng (migor).

Baca Juga: Presiden Jokowi "Dicueki" Joe Biden? Ternyata...

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara PKS Kurniasih Mufidayati menegaskan jika harga kebutuhan pokok yang merupakan kebutuhan utama keluarga Indonesia tidak boleh diremehkan.

Ia menekankan keluarga menjadi indikator kelompok masyarakat apakah sedang baik-baik saja atau tidak.

"Jika sebuah keluarga mendapatkan tekanan dengan harga-harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak sejak akhir tahun 2021 hingga Idul Fitri dengan salah satu persoalan pokok minyak goreng maka masyarakat juga pasti akan bergejolak," kata Kurniasih dalam keterangan persnya yang dikutip pada Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: Denny Siregar: Kadrun Gak Usah Komen Jokowi ke Space X deh... Gak Nyampe Otaknya! Hal Remeh Pakaianlah, Kancing Jaslah Dipermasalahin

Kurniasih menegaskan agar Pemerintah tak main-main dalam menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Sebab hal itu menjadi fondasi keluarga Indonesia.

"Kami ingatkan jangan pernah bermain-main dan tidak serius yang terkait dengan kebutuhan keluarga apalagi kebutuhan pokok. Mafia minyak goreng yang terang benderang ada amat mungkin bisa terjadi di komoditas pokok lainnya. Korbannya tetap pengguna paling akhir yakni kaum ibu dan keluarga," ujar Kurniasih.

Anggota Komisi IX DPR RI itu menegaskan, keluarga terutama kaum ibu agar tidak dipandang sebelah mata hanya sebagai objek kebijakan yang dianggap tidak berdaya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terkini