Pengamat politik Rocky Gerung mempertanyakan tujuan koalisi partai politik besutan Partai Golkar, PAN, dan PPP.
Seperti diketahui, Partai Golkar bersama PAN dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu untuk Pemilu 2024.
"Ada pertemuan tiga orang ketua partai, lalu tiba-tiba bikin koalisi itu, ya, koalisi apa?," ujar Rocky dalam seminar politik yang disiarkan langsung di akun YouTube Partai Pelita, Senin (16/5/2022).
Baca Juga: Pengamat Prediksi Bakal Ada 3 atau 4 Koalisi di Pilpres 2024
Rocky menegaskan bahwa koalisi partai itu bukan sekadar pertemuan untuk membenci seseorang.
Rocky menjelaskan bahwa pembentukan sebuah koalisi partai harus berdasarkan pada prinsip kesepakatan yang diucapkan.
Rocky mencontohkan, salah satu prinsip kesepakatan ialah koalisi dibentuk atas dasar ingin memperbaiki Indonesia.
Baca Juga: Catat! Ini Waktu Kedatangan Elon Musk ke Indonesia Usai Diundang Presiden Jokowi Secara Langusng
"Kalau itu dasarnya, (Golkar, PAN, dan PPP, red) keluar dari kekuasaan," kata Rocky.
Rocky menjelaskan bahwa keluar dari kekuasaan setelah membentuk koalisi merupakan etika dalam berpolitik.
"Etikanya begitu. Seharusnya kita mulai mencicil untuk membaca masa depan," jelasnya.
Baca Juga: PAN dan PPP Pilih Gabung Golkar, Roman-romannya Politisasi Agama Terancam...
Sebelumnya, Partai Golkar, PPP, dan PAN, sepakat membentuk Koalisi Indonesia Bersatu.
Koalisi itu terbentuk usai ketiga ketum parpol tersebut bertemu di Menteng, Jakarta, Kamis (12/5).
Lihat Sumber Artikel di GenPI Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan GenPI.