Kepada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Menag Yaqut Ingatkan 3 Hal Yang Perlu Dilakukan!

Kepada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Menag Yaqut Ingatkan 3 Hal Yang Perlu Dilakukan! Kredit Foto: Dok. Kemenag

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta petugas memberikan layanan terbaik kepada para jemaah haji.

"Layani jemaah haji, para tamu Allah ini dengan sebaik-baiknya," pinta Menag saat membuka Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1443H/2022M di Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Dikatakan Menag, ada tiga aspek penyelenggaraan haji yang harus dipegang teguh petugas, yaitu: pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah. Ketiganya harus mampu dilaksanakan oleh jemaah secara maksimal.

"Petugas haji harus mampu melakukan inovasi dan perbaikan serta cerdas beradaptasi dengan kondisi dan mampu mengambil keputusan yang tepat dan cepat dalam satu tim yang selaras," katanya.

Baca Juga: Asrama Haji Pondok Gede Siap Layani Jemaah, Ada 5 Gedung Yang Digunakan

Baca Juga: Denny Siregar ke UAS: Gak Usah Manyun Gitu Napa, Mad? Terserah Mereka Lah Mau Masukin Siapa Atau Larang Siapa, Mending...

GusMen -sapaan akrabnya- mengingatkan bahwa tahun ini adalah kali pertama jemaah dari luar Arab Saudi diperbolehkan berhaji, setelah dua tahun terdampak pandemi Covid-19. Para jemaah tentu sudah menunggu.

"Pesan saya, jangan kecewakan mereka. Jadikan ibadah haji mereka tahun ini sebagai pengalaman terbaik mereka. Jadikan diri kita sebagai supporting system untuk membantu para calon jemaah haji mencapai kepuasan maksimal dan mampu menjadi haji yang mabrur. Lakukan ini semaksimal mungkin," sambungnya.

Baca Juga: UAS Ditolak Masuk, KBRI Tancap Gas Kirim Ini ke Kemlu Singapura

Kemudian, kepada jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Menag mengingatkan tiga hal untuk dilakukan. Pertama, seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh Arab Saudi harus dipenuhi. Ada dua ketentuan yang ditetapkan Arab Saudi.

Pertama, haji tahun ini dilakukan dengan ketentuan untuk mereka yang berusia paling tinggi 65 tahun 0 bulan per tanggal 30 Juni 2022 dan telah menerima vaksinasi lengkap Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan Saudi atau minimal sudah dua kali vaksin.

Kedua, jemaah yang berasal dari luar Kerajaan juga wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif Covid-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

"Syarat perjalanan haji yang sudah ditentukan Saudi harus dipenuhi. Tidak boleh ada kecurangan dengan berbagai modus. Saya tidak mau ada kejadian itu," tegasnya.

"Kita semua harus mampu menangkal hoaks. Petugas haji harus memberikan penjelasan terkait persyaratan yang ditetapkan SaudiĀ  sehingga tidak ada spekulasi," lanjutnya.

Baca Juga: Mega: Untuk Kalian yang Membela Sikap Rasis Ruhut Sitompul, Saya Tantang Anda Semua Untuk...

Menag mengaku sudah melakukan konfirmasi ke Menteri Haji Saudi terkait persyaratan yang telah ditetapkan tersebut. Menurutnya, ketentuan itu berlaku untuk penyelenggaraan haji tahun ini.

"Semoga tahun depan peraturan sudah berubah, misal tidak ada batasan umur," harapnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover