UAS Diusir Gegara Omongannya Soal Bom Bunuh Diri, Pengamat Terorisme: Sikap Singapura Wajar, Karena….

UAS Diusir Gegara Omongannya Soal Bom Bunuh Diri, Pengamat Terorisme: Sikap Singapura Wajar, Karena…. Kredit Foto: Intagram/Ust Abdul Somad

Pengamat Terorisme, Al Chaidar menegaskan  bahwa tidak ada yang salah soal pernyataan Penceramah Ustadz Abdul Somad terkait bom bunuh diri terhadap Israel. Pernyataan tersebut belakangan dipermasalahkan Singapura sehingga menerapkan not to land untuk Abdul Somad. 

Al Chaidar menganggap pernyataan tersebut sudah tepat karena hal itu dalam konteks perlawanan bangsa Palestina yang berjuang melawan penjajahan. Ia lantas menyinggung nama Noam Chomsky, akademisi asal Amerika yang juga pemerhati isu terorisme.

Baca Juga: Astaganaga! Pendeta Saifuddin Bilang UAS Ditendang Singapura Gegara Dia Jadi Calon Petinggi Khilafah

"Itu (kalimat bom bunuh diri untuk Israel.red) sudah tepat. Noam Chomsky juga berpendapat begitu, karena itu perjuangan melawan kolonialisme," katanya saat dihubungi Populis.id pada Rabu (18/05/2022).

Ia juga menyebutkan bahwa wajar apabila Singapura anti terhadap kalimat yang menyerang Israel karena dua negara tersebut berhubungan mesra. Menurutnya, itulah yang membuat Singapura sensitif dengan hal yang menyudutkan Israel.

"Iya (Sikap Singapura wajar.red), alasan Singapore anti terhadap pendapat yang menyerang Israel karena Singapore menjalin hubungan diplomatik dengan Israel," tuturnya.

Meski demikian, ia tidak sepakat apabila pihak yang menyuarakan anti Israel dianggap sebagai teroris. Ia menegaskan hal itu tidak tepat lantaran Israel adalah penjajah bagi Palestina dan hingga saat ini masih berlangsung.

Di sisi lain, Singapura adalah negara kecil yang anti terhadap ide dukungan bom bunuh diri. Faktor itu pula yang menyebabkan Singapura memproteksi diri dari pihak yang menyuarakan hal tersebut.

"Gak pas (tuduhan teroris.red). Namun Singapura memang sangat sensitif dengan ide ide yang mendukung bom bunuh diri. Singapura takut dengan bom. Negara kecil itu mesti memproteksi diri sendiri secara sosial," pungkasnya.

Diketahui, Kemendagri Singapura mengungkapkan alasan tidak mengizinkan Abdul Somad masuk ke Singapura karena dikenal menyebarkan ajaran ekstrimis dan segregasi, yang tak dapat diterima oleh multi ras dan multi agama di Singapura.

Baca Juga: UAS Ditendang dari Singapura,Pengakuan Pendeta Saifuddin Bikin Geleng-geleng: Itu Saya yang Perintahkan, Karena Dia Menghina Kristen!

"Somad (UAS) dikenal menyebarkan ajaran ekstrimis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. Misalnya, Somad ceramah bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'," tulis Kemendagri Singapura.

Selain itu, Pemerintah Singapura juga menganggap Abdul Somad pernah melontarkan pernyataan yang merendahkan agama lain.

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini