Pengakuan Terbaru M Kece, Pelaku Penista Agama yang Dibogem Napoleon: Sebelum Putusan Saya Islam, Tapi…

Pengakuan Terbaru M Kece, Pelaku Penista Agama yang Dibogem Napoleon: Sebelum Putusan Saya Islam, Tapi… Kredit Foto: Viva

Terdakwa kasus penistaan agama sekaligus korban penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte Muhammad Kace mengaku kini telah pindah agama. Dia mengatakan saat ini dirinya telah resmi menjadi pemeluk  Kristen Protestan karena berbagai alasan. 

Pengakuan ini disampaikan M Kece saat menjawab pertanyaan  Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) saat  menjalankan pemeriksaan lanjutan pada Kamis (19/5/2022). Identitas M Kece sendiri termasuk latar belakang agamanya ditanya Majelis  Hakim dalam persidangan tersebut. 

Baca Juga: Pendeta Saifuddin Ngoceh Lagi, Kali Ini Bilang UAS Calon Pemimpin Khilafah, Pantas Saja Ditendang Singapura, Astaga!

“Kalau dulu Islam sekarang saya Kristen Protestan,” kata M Kece menjawab pertanyaaan Majelis Hakim. 

M Kece mengaku dirinya masuk Kristen belum lama ini, dia mengatakan keputusan pindah agama itu dilakukan setelah dirinya terjerat kasus penistaan agama.

“Sebelum putusan saya beragama Islam. Tapi setelah putusan pengadilan saya beragama Kristen. Kristen Protestan yang Mulia,” kata Kace. 

Identitas agama ini sempat diungkit oleh Napoleon dalam sidang. Namun, dihentikan oleh Djuyamto karena dinilai tidak relevan. Sebelumnya, Jenderal polisi Napoleon itu disebut telah melumuri Muhammad Kace dengan tinja manusia di Rutan Bareskrim Polri, Jalan Truno Joyo, Jakarta Selatan pada Agustus 2021.

Tidak hanya itu, Muhammad Kace juga diduga mengalami tindakan kekerasan dari Napoleon seperti pemukulan. Jaksa kemudian mendakwa Napoleon dengan pasal 170 ayat 2 KUHP. Ayat 2 pasal itu menyebut pelaku penganiayaan dapat dipenjara maksimal hingga 7 tahun jika mengakibatkan luka pada korban. 

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansur Ngaku Lihat Nabi Muhammad Naik Mobil, Eh Diceletukin: Itu Malaikat Pencabut Nyawa yang Membuntutimu Sur!

Napoleon juga didakwa dengan pasal 170 ayat 1. Lalu, pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan kedua Pasal 351 ayat (1) KUHP. Pasal 351 ayat 1 mengancam pelaku tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama dua tahun.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover